Akhirnya, sebuah karya rekaman baru dari Avenged Sevenfold telah dirilis. Sebuah album mini (EP) bertajuk “Black Reign” (Warner Bros) yang digarap khusus untuk sebuah video game berjudul “Call Of Duty: Black Ops 4”. Tak lama sebelumnya, unit metal yang kini diperkuat formasi M. Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), Synyster Gates (gitar/piano), Johnny Christ (bass) dan Brooks Wackerman (dram) ini telah meluncurkan single “Mad Hatter”, yang rekamannya digarap di Los Angeles pada Maret 2018 lalu bersama Joe Barresi, produser yang juga menggarap album Avenged Sevenfold sebelumnya, “The Stage” (2016).

“‘Black Ops 4′ terlihat sangat sangar dan sesuatu yang benar-benar baru buat fans kami, jadi kami rasa harus mengambil langkah yang setara dalam konteks musik dan mencoba merambah ke sesuatu yang lebih megah, gelap dan lebih terkonsep,” ungkap vokalis M. Shadows lewat siaran pers resminya.

“Kami ingin menangkap perasaan yang berbeda ketimbang sekadar membuat sebuah trek tentang pembunuhan zombie. Lagu-lagu di album ini adalah tempat yang bagus buat kami untuk bereksperimen dengan sound kami. Saya bisa mengategorikannya sebagai ‘dark alternative’,” urai M. Shadows lagi, seperti yang dikutip dari Majalah Kerrang!.

“Sebagai penggemar video game dan sebagai musisi berkelas dunia, Avenged Sevenfold telah mendemonstrasikan bakat yang mampu memunculkan emosi dan keseruan zombie di ‘Call Of Duty’. Kami memperkenalkan kepada para penggemar karakter-karakter baru di ‘Black Ops 4’ dan menyajikan pengalaman Zombie paling seru sejauh ini. Kami butuh sesuatu yang sangat epik, dan Avenged Sevenfold berhasil menghadirkannya,” ucap Jason Blundell, direktur video game Zombies dari perusahaan Treyarch. Video game “Call Of Duty: Black Ops 4” sendiri dijadwalkan mulai hadir di perangkat PS4, Xbox One dan PC pada 12 Oktober 2018.

Sebelum “Black Reign”, Avenged Sevenfold yang terbentuk di Huntington Beach, California pada 1999 silam telah merilis tujuh album studio serta dua album kompilasi. Dan penjualan keseluruhan albumnya, telah mencapai angka lebih dari delapan juta keping di seluruh dunia. Saat penggarapan album “Nightmare” (2010), Avenged Sevenfold sempat diperkuat Mike Portnoy (dramer Dream Theater saat itu) yang bergabung sementara menggantikan James “The Rev” Sullivan yang meninggal dunia setahun sebelumnya. “Nightmare” berhasil menjadi album terlaris di Amerika versi Billboard 200 pada minggu pertama setelah dirilis.

Album “The Stage” sendiri berhasil masuk di jajaran nominasi untuk kategori “Best Rock Song” (untuk lagu yang juga berjudul “The Stage”) di Grammy Awards ke-60 yang berlangsung pada 28 Januari 2018 lalu. Di kategori tersebut, Avenged Sevenfold bersaing dengan Metallica, K.Flay, Nothing More dan Foo Fighters.

Kredit foto: Jeff Forney

.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY