Alex Varkatzas (vokal), Brandon Saller (dram/vokal), “Big” Dan Jacobs (gitar), Travis Miguel (gitar) dan Porter McKnight (bass) dari unit metalcore asal California (AS), Atreyu kembali membakar keseluruhan piston mesinnya. Lewat album terbaru bertajuk “In Our Wake”, mereka meneruskan gelora kreativitas yang telah dipanaskan sejak “Long Live” (2015), album yang menandai kembalinya mereka ke pentas metal dunia, setelah vakum selama kurang lebih lima tahun.

“In Our Wake” sendiri bakal dirilis via Spinefarm Records pada 12 Oktober 2018 mendatang. Namun sebelumnya, mereka telah meluncurkan tiga single baru berjudul “Anger Left Behind”, “In Our Wake” dan “The Time Is Now”.

Atreyu memulai penggarapan “In Our Wake” tak lama setelah mereka merampungkan tur panjang promo “Long Live” yang berlangsung sekitar dua tahun. Dan saat mereka kembali berkumpul, kesepakatan mengemuka soal pemilihan produser, dimana Atreyu akhirnya memutuskan bekerja sama dengan John Feldmann lagi, yang sebelumnya sukses memoles album “Lead Sails And Paper Anchor” (2007).

Pemilihan itu bukan tanpa alasan, melainkan ada hubungannya dengan konsep musikal yang mereka terapkan di “In Our Wake”. Karena saat menjalani tur, banyak penggemar mereka yang menginginkan konsep musik Atreyu kembali seperti album “Lead Sails And Paper Anchor”. “Itu membuat kami kembali mendengarkan musik kami era itu. Era yang menyenangkan, eksperimental dan eksploratif buat kami, sangat menyenangkan. Kami ingin menghadirkan lanskap musik heavy yang ‘nendang’, makanya kami menghubungi (John) Feldmann,” ungkap Brandon Saller menegaskan.

Di salah satu lagu bertajuk “Super Hero” yang termuat di “In Our Wake”, Atreyu menghadirkan vokal tamu dari M. Shadows (Avenged Sevenfold) serta Aaron Gillespie (Underoath) untuk berkolaborasi mengeksekusi sebuah komposisi yang mereka sebut merupakan paduan Atreyu, Queen, Disneyland dan E.L.O., bernuansa orkestrasi sinematik, lengkap dengan semburan horn section.

“Kami ingin memberikan pendengar kami sebuah pengalaman, sesuatu yang mungkin membuat orang-orang selalu ingin mendengarkannya,” ujar Alex Varkatzas berharap.

Sebelum “In Our Wake”, Atreyu yang terbentuk pada 1998 silam juga telah merilis album “Suicide Notes and Butterfly Kisses” (2002), “The Curse” (2004), “A Death-Grip On Yesterday” (2006), “Lead Sails Paper Anchor” (2007), “Congregation of the Damned” (2009) dan “Long Live” (2015). (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY