Dari Kota Pekanbaru, sebuah band bernama Turn Off Negative Instinct, atau disingkat T.O.N.I., mencoba menarik perhatian lewat konsep geberan metalcore yang berciri khas. Lewat single perdananya, bertajuk “Madness”, T.O.N.I. mengaduk konsep yang mereka sebut old but gold (oldschool) yang difusikan dengan elemen distorsi padat dan beat-beat hardcore kekinian. Menurut mereka, konsep itu merupakan hasil pengaruh dan persilangan dari band-band dunia seperti As I Lay Dying, Killswitch Engage, August Burns Red, Veil Of Maya dan Miss May I.

Rekaman “Madness” sendiri baru tergarap setelah sempat vakum pada 2016 lalu. Band bentukan 2014 yang kini dihuni oleh formasi Raferta Saharza (gitar), Ewwin Fernanda (gitar), Ibnu Karim (bass), Tengku Tantoni Yahya a.k.a. Toni (vokal) dan Randa Wahyu Hermansyah (dram) ini menggarapnya di studio rekaman Mansion Pro, Pekanbaru dalam waktu yang terbilang singkat. Hanya berlangsung selama satu hari penuh. Dan saat itu, menurut penuturan pihak band kepada MUSIKERAS, tidak semua personel bisa datang pada shift pertama rekaman karena kesibukan pekerjaan.

“Jadi dimulai dengan track guide untuk gitar, secara keseluruhan untuk track gitar 1, gitar 2, dan bass diisi oleh satu orang saja, yakni gitaris Raferta Saharza, agar mendapatkan hasil permainan yang selaras. Lantas dilanjutkan tracking dram dan terakhir vokal yang hanya (berlangsung) 30 menit. Memang singkat tapi maksimal. Ada beberapa hal yang membuat kami terkendala secara teknis saat rekaman, yaitu waktu. Sistem tracking per shift, dan satu shift adalah enam jam. Jadi dalam enam jam, semua track harus selesai, di luar mixing dan mastering. Tapi Alhamdulillah dapat diselesaikan.”

 

Lewat “Madness” dan single-single berikutnya yang bakal dirilis, para personel T.O.N.I. cukup optimis bisa menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar band pengusung metalcore yang tipikal. Secara spesifik, menurut mereka, perbedaan ada pada karakter suara scream, growl dan clean dari vokalisnya, yang kebetulan juga bernama Toni. Selain itu, secara keseluruhan, perbedaan juga terdapat pada sound gitar.

“Seperti pada gitar, dengan overdrive yang middle-gain, tone hingga clean yang British, pada breakdown dan beat-beat dram metalcore modern ala Amerika, lalu kombinasi mode-mode scale gitar yang pastinya (juga) akan kami aplikasikan pada lagu-lagu kami selanjutnya.”

T.O.N.I. sendiri terbentuk setelah sebelumnya sempat terjadi proses gonta-ganti formasi. Mereka awalnya terbentuk dari pertemanan di kampus yang sama, yakni di salah satu universitas di Pekanbaru, sekitar tiga tahun sebelum menetapkan nama Turn Off Negative Instinct. Ihwal nama T.O.N.I. sendiri didasari pemikiran sebagai rumah tempat bertemu, tempat berekpresi para personel yang ingin berubah menjadi lebih baik dibanding masa lalu, dimana saat itu mereka masih cenderung punya emosi dan pikiran negatif, atau melakukan hal-hal negatif.

“Karena kami berharap melalui T.O.N.I. dan lagu-lagunya nanti, bisa menginspirasi banyak orang, terutama kalangan muda dan generasi sekarang untuk selalu berbuat dan menebar hal-hal baik dan positif, meninggalkan hal-hal buruk dan negatif yang tidak sesuai agama dan norma kehidupan.”

Saat ini, T.O.N.I. sedang merampungkan penggarapan album mini (EP) yang rencananya bakal dirilis pada pertengahan tahun depan. Untuk mendengarkan lagu “Madness” sendiri, kini sudah tersedia di berbagai gerai digital resmi. (aug/MK02)

.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY