Lagi, sebuah single yang juga dibuatkan video klip dirilis oleh unit metalcore asal Jakarta, Hellfreezed. Judulnya, “Citra Bertaring”, yang rencananya bakal termuat di album perdana mereka, yang juga diniatkan akan dirilis akhir 2018 atau awal 2019 mendatang.

“Ya, karena udah molor banget,” cetus pihak Hellfreezed kepada MUSIKERAS, mengenai jadwal rilis album yang terus mundur. “Biasa, urusan klise finansial. Kalau progressnya, kami sudah mixing dan mastering, artwork juga sudah kami siapkan. Udah tinggal eksekusi rilis aja. Tapi kami mau keluarin beberapa konten dulu sebelum rilis album.”

“Citra Bertaring” sendiri dikerjakan Yan Akbar Nugraha (gitar), Dhanu Arviansyah (vokal), Rifki Handani (dram), Agra Damia Saputra (bass) dan Yudis Monoarfa (gitar) di Lavoice Studio, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, bersamaan dengan penggarapan lagu-lagu lainnya di album. Mereka butuh waktu sekitar sembilan bulan untuk merampungkannya. “Kenapa lama? Karena kami rekamannya nggak setiap hari. Ada yang ngantor, ada yang bisnis, dan ada yang tugas akhir, karena personel di Hellfreezed tidak seumuran, masih anak kemarin sore… hehehe.”

Tentang single “Citra Bertaring” sendiri, menurut pihak Hellfreezed, adalah lagu yang paling mereka unggulkan di album nanti. Alasannya, di lagu tersebut, para personel Hellfreezed mencoba mengembalikan nuansa oldschool metalcore dari era ‘2000an. “Tetapi dicampur dengan sound dan beberapa technical tight modern ala Gojira dan As I Lay Dying.”

Sementara dari segi lirik, Hellfreezed mencoba ‘menyentil’ oknum siapa pun yang menggunakan kharisma sebagai alat untuk mendapatkan simpati maupun empati untuk mencapai tujuan tersendiri. “Kami merasa pendewasaan ketika menulis lagu dibandingkan single-single sebelumnya, karena setiap hari nambah terus nutrisi serta referensi bermusik, baik musik underground maupun non-underground, dan Alhamdulillah, para personel Hellfreezed open minded. Kami nggak pernah permasalahin genre.”

Geliat Hellfreezed bermula dari jamming iseng yang dilakukan Yan, Agra dan Yudis di UKM Musik Kastik Perbanas, membawakan lagu-lagu dari Metallica, Stone Sour dan Paramore, pada Januari 2014 silam. Karena jenuh, mereka lantas mengajak teman satu kampus, Rifki untuk  mengisi posisi dram. Setelah Dhanu, teman SMA Yan bergabung, mereka pun mulai sering memainkan lagu-lagu milik Lamb of God. Benang merah musik Hellfreezed sendiri bisa dibilang mengental di metalcore. Selain simpel, karena mereka ingin memasukkan berbagai elemen musik. Selain dari sub-genre metal, juga ada sentuhan jazz, blues dan genre lainnya.

Oh ya, sebelum meluncurkan “Citra Bertaring”, Hellfreezed juga telah merilis single bertajuk “Warzone”, “Coretan Pemberontak” dan “Parade Malapetaka”. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY