Segala kemudahan yang diberikan teknologi internet saat ini benar-benar memungkinkan ide kreatif berkembang dengan lepas, lalu menuju ke sebuah keseriusan, dalam waktu yang relatif gegas. Siapa yang menyangka, hanya dari sebuah ide riff gitar, sekonyong-konyong menjelma menjadi sebuah band. Dan seperti itulah yang melatari terbentuknya sebuah band rock baru asal Bandung, TMR.

Dimulai dari riff gitar yang dibuat oleh gitaris Nissan Fortz, lalu dikomunikasikan via chat dengan Luky Kusumah (Bohemians), juga seorang gitaris. Keduanya lantas sepakat mengeksekusi sebuah proyek musik bernama TMR, singkatan dari ‘tong milu riweuh’, yang juga bisa diartikan ‘jangan ikut ruwet’.

Dari kasak-kusuk kedua gitaris tadi, lantas disepakati menghidupkan sebuah band, melengkapinya dengan mengajak vokalis Aldy Manopo (Amviby), bassis Sandi Lesmana (Triple T) serta dramer wanita, Marissa Sutanto, yang sudah dikenal sebagai session player dari berbagai musisi top. Kegiatan selanjutnya melakukan workshop di studio kurang lebih dari dua minggu, dan mencapai klimaks dengan melakukan rekaman single pertama, “Different Class” secara live di studio Escape, Bandung pada September 2018 lalu. Proses itu hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam. Sementara pemolesan overdub vocal, vokal latar, serta mixing dan mastering dibereskan oleh Fey Laz tak lama setelahnya.

Lagu “Different Class” sendiri merupakan potret mengenai bisnis prostitusi di penjuru bumi ini. Seperti diketahui, praktik prostitusi merupakan salah satu bisnis tertua dan kehadirannya begitu akrab dengan populasi manusia, bahkan sejak era lampau. Seiring berkembangnya zaman, bukannya menghilang, (nyatanya) bisnis ini ikut berkembang pesat dan pelakunya tidak pernah surut. Levelnya, pun datang dari berbagai golongan. Hal inilah yang kemudian dituangkan oleh Luky selaku penulis lirik.

Dari di sisi musikal, “Different Class” menawarkan leburan beragam jenis musik, sebut saja heavy metal, rock n’ roll hingga grunge. Kemudian Nissan Fortz selaku motor pembuat musik, mengemasnya dengan beat yang tegas, riff yang khas dan sound yang terdengar lebih kotor – atau katakanlah berisik – seperti mengajak setiap orang untuk tidak berdiam diri saat mendengarnya.

“Dan saat perpaduan tersebut menelurkan sebuah karya, itu seperti pencapaian yang harus dikabarkan ke blantika musik di Tanah Air khususnya, bahkan ke manca negara sekalipun,” ujar Nissan, kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Sambil menjalani kegiatan promosi “Different Class”, kini para personel TMR juga mulai mengumpulkan materi lagu untuk memenuhi album debut yang rencananya ditargetkan dirilis tahun depan. “Karena dalam waktu dekat ini kami akan menggarap video klip, juga membuat unplugged version dan sangat memungkinkan kembali untuk dirilis di awal tahun depan. Dalam satu minggu itu, tetap ada proses workshop yang terus berjalan untuk menggarap materi-materi baru.”

“Different Class” yang berdurasi empat menit lebih tersebut dapat didengar dalam format digital di berbagai layanan streaming service, seperti Spotify, iTunes, Joox, Deezer dan lain sebagainya. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY