Disobey kembali menyalak. Komplotan hardcore unik asal Medan ini baru saja memuntahkan sebuah album baru, bertajuk “Ambil Alih” yang dirilis via Minorleft Records. Sebelumnya, Disobey sudah pernah melontarkan karya rekaman berupa album mini (EP) “Dedikasi” (2012) serta album “Momentum” (2014/2016).

Lantas apa yang membuat Disobey unik?

Pertama, formasinya menghadirkan vokalis wanita, Karin, yang melengkapi keberingasan Rio (dram), Adi (bass), Wawan (gitar) dan Ichsan (gitar). Lalu selain itu, hardcore yang mereka geber mengandung balutan thrash.

“Referensi kami cukup variatif, banyak terpengaruh oleh band-band seperti Slayer, Obituary, Converge, Throwdown, Get the Shot dan banyak lagi. Kami memang menyenangi tipe musik yang ngebut dan memacu adrenalin,” urai pihak Disobey kepada MUSIKERAS.

Dengan ramuan konsep musik semacam itu, Disobey mengaku tak gampang mendapatkan perhatian luas dari publik musik di Medan, serta di lanskap nasional. “Butuh kerja keras untuk menarik atensi dari para penikmat hardcore, khususnya di kota kami. Karena musik yang kami usung juga mungkin sedikit berbeda dari tipikal band hardcore umumnya. Tentu harapannya bisa lebih diapresiasi lagi.”

Namun kondisi tersebut tentunya tak menyurutkan semangat berkarya mereka. Usai merampungkan serangkaian tur tur di sejumlah kota di Malaysia bersama unit hardcore asal Pontianak, Secret Weapon, Disobey langsung tancap gas menyiapkan materi album. Mereka mengeksekusi rekaman “Ambil Alih” di Citra Studio, Medan.

“Seperti kebanyakan band lainnya, kami biasanya udah punya beberapa pattern masing-masing, yang ketika ngumpul coba kami kembangkan, lalu kami rekam di software rekaman secara kasar untuk di-review, dan terkadang ada yang berhasil jadi materi bagus menurut kami, dan ada juga beberapa masuk katagori sampah, hahaha…. Prosesnya sekitar setahun, karena kebetulan ada perubahan personel di gitar dan bass, jadi sempat molor jadwal rekamannya,” beber Disobey lebih jauh.

Selain perubahan pada formasi, juga sempat ada kendala teknis yang menantang. Misalnya, ada beberapa track yang menggunakan tempo track, dimana mereka harus benar-benar bisa mendapatkan feel ketika ada perubahan naik dan turun tempo saat rekaman.

“Album ‘Ambil Alih’ jauh lebih menantang, berat, cepat dan cukup menguras tenaga ekstra ketimbang album sebelumnya. Kami mencoba untuk mencurahkan kemampuan kami yang terbaik untuk album ini. (Sebuah) Pengalaman yang menyenangkan!”

Disobey terbentuk pada akhir 2011, yang dimotori oleh vokalis Karin dan dramer Rio. Setahun kemudian mereka langsung mengeluarkan EP “Dedikasi”  yang memuntahkan enam lagu. Sempat terjadi pergantian personel, sebelum akhirnya berhasil merampungkan materi album “Momentum” yang memuat 11 track sarat amarah, via Fun Records, Medan. Pada 2016, Pooks Records Jakarta juga merilis kembali “Momentum” dalam format kaset. Pada pertengahan November 2018, Disobey meluncurkan “Ambil Alih” sambil menyiapkan sejumlah titik tur dalam rangka mempromosikan album tersebut. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY