Sebuah bentuk kegaharan baru mengemuka di Surabaya. Bernama Purity, yang dipetakan oleh gabungan musisi cadas dari beberapa band lokal Kota Pahlawan tersebut, seperti Humanure, Samsara, Gears of Dagger Saw dan ex-Pollar 33. Purity yang sebenarnya merupakan proyek sampingan diyakini bakal bisa menjadi ‘kuda hitam’. Bahkan mereka baru saja menerjang lewat sebuah single berasap bertajuk “Condemned”, sebagai pembuka jalan menuju perilisan album mini (EP) berjudul “No Mercy”.

Purity yang diperkuat formasi Fadly (dram), Joko (vokal), Khaneka (gitar) dan Ryan (bass) memang baru terbentuk satu tahun silam. Namun sejauh ini keseriusan mereka berpotensi membuat skena lokal, terutama di Surabaya, panas kembali. Lirik “Condemned” sendiri bercerita tentang sosok seseorang yang telah melakukan koalisi hitam dengan sekte penyembah setan, hingga akhirnya berujung dengan sebuah perjanjian sesat.

Kegaharan musik yang menginspirasi Purity sendiri berkiblat dari band-band seperti Knocked Loose, Brutality Will Prevail, Code Orange, dan juga I AM. Di sini, sejak awal Purity ingin membawa konsep berbeda dan tidak ingin menjadi satu kesamaan dengan band-band lokal yang satu genre pada umumnya. Mereka mencoba melebur kegelapan hardcore ke dalam keganasan elemen metal, dengan karakter sound dan vokal yang berat.

“Karena kami mencoba datang dengan sesuatu yang fresh sebagai band dengan karakter musik hardcore/metal yang tidak hanya menonjolkan riff-riff yang umum. Kalian akan temukan karakter tersebut bukan hanya di single ‘Condemned’ saja, tunggu nanti setelah CD debut EP kami sudah beredar dan bisa dikonsumsi,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menjanjikan.

“Condemned” sendiri digarap bersama tiga single lainnya yang rencananya bakal dituangkan di EP debut bertajuk “No Mercy”, yang bakal diedarkan oleh Gr8day Music, label independen dari Malang yang pernah merilis karya-karya rekaman dari band hardcore lokal berbahaya seperti Devadata, Sharkbite dan Secret Weapon.

“Kurang lebih total untuk proses dari mentah sampai tahap rekaman, mixing dan mastering sekitar 6-7 bulan. Kami sempat kesulitan mencari vokal yang pas…. Sebelumnya ada dua orang yang ikut kami di sesi latihan, namun karakternya tidak cocok dan akhirnya menuju akhir 2017 lalu, Joko masuk dalam karakter musik Purity, dan kemudian resmi bergabung,” urai Purity lebih lanjut.

EP “No Mercy” rencananya akan digelindingkan secara resmi pada Januari 2019 mendatang. Tidak hanya itu, single “Condemned” juga bakal segera terealisasikan ke dalam format klip video. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY