Kehadiran dua personel baru, yakni gitaris Mow dan Gery membuat barisan komposisi dalam album mini (EP) terbaru unit deathcore asal Bandung, Revenge The Fate (RTF) yang bertajuk “Awakening” menjadi jauh lebih gelap. Bahkan melebihi album sebelumnya, “Redemption” (2014).

“Keterlibatan Mow dan Gery membuat nuansa gelapnya lebih kental dari segi musik dan lirik. Isian part-part gitarnya juga sangat ciamik,” cetus bassis Sona kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Ya, sebelumnya, gitaris Cikhal telah memutuskan hengkang pada 13 Maret lalu, keputusan yang sangat mengejutkan para Colony (sebutan penggemar Revenge The Fate), tapi tetap harus diterima dengan lapang dada. “Inti dari album ini, kami ingin menyampaikan seburuk apapun kondisi yang kami alami harus tetap berpikir positif dan semangat menjalani hidup dan terus berbuat baik. Karena roda itu berputar,” ungkap dramer Zacky menambahkan.

Untuk itu, album yang diproduseri Buster Odelholm dari Impact Studios Swedia – salah satu studio yang sering menangani band-band metal dan label rekaman kelas dunia – tersebut benar-benar tidak menyertakan ‘jejak’ isian gitar Cikhal sedikit pun dan menyuguhkan kontribusi total Mow dan Gery yang bersatus permanen. 

“Kontribusi Mow dan Gery di album ‘Awakening’ sangat besar,” seru Sona lagi. Dari lima lagu yang terhidang, Gery menggarap komposisi dua lagu, “Katarsis” dan “Frail”, serta juga mengaransemen lagu “Continuous”, “Enormity” dan “Paranoid”. Sementara Mow meng-compose lagu “Paranoid” dan membuat lirik lagu “Katarsis” dan “Paranoid”. Bahkan Mow juga berperan besar dalam komunikasi dengan Buster Odeholm saat proses pengerjaan mixing dan mastering.

Sona juga mengakui, tidak ada kesulitan komunikasi antara para personel lama dengan dua personel baru RTF. Menurutnya, kemajuan teknologi telah memudahkan segala proses penggarapan album dari nol hingga matang sehingga semua dilakukan sesuai jadwal dan berdasarkan kapasitas kerja masing-masing personel.

“Era sekarang kerja sesuai schedule, terorganisir dan disiplin. Jadi saat pengerjaan materi mentah, revisi, pra-produksi, dan saat produksi sampai ke mixing dan mastering, prosesnya cepat dengan porsi kerja dari player seimbang dan adil,” ucapnya.

Kendati demikian, vokalis Anggi berharap para Colony tidak terlalu kaget dengan warna ‘baru’ dalam “Awakening” dan bisa menerima musik yang disuguhkan. “Semoga musiknya bisa diterima oleh Colony dan pesan dari lagunya sampai, juga untuk semua pihak yang terlibat di album ini terpuaskan,” ujarnya berharap.

Untuk mendukung perilisan album ini, RTF menggelar konser tunggal perdana pada 2 Desember lalu di Spasial, Jalan Gudang Selatan 22 Bandung. Konser itersebut merupakan tindak lanjut dari “Awakening Malaysian Tour 2018” yang digelar sebelumnya. 

Lalu bagaimana respons Colony saat itu? 

“Antusiasme mereka sangat luar biasa, karena ini konser perdana RTF, konser tunggal, sehingga sangat intim. Kami merasa sangat dekat dengan Colony. Mereka datang dari berbagai kota untuk nonton konser, dan banyak rekan kami sejak dulu dan teman-teman musisi yang juga datang. Kami merasa sangat terhormat dan senang,” ungkap Sona.

Sedikit menengok ke belakang. RTF terbentuk pada Juli 2009 dengan personel awal yang terdiri dari Sona (gitar/vokal), Thom (vokal), Sandy (gitar), Gan Gan (bass) dan Dany (dram). Saat terbentuk, band ini bernama Angel Rebel. Pada Desember 2010, cikal bakal Revenge The Fate ini merilis album demo berisi lima lagu; “Ambisi”, “Poseidon”, “All Broke by Hate”, “The End of My Heart” dan “Departure of Assiah” yang lantas ditindaklanjuti dengan perilisan single “The End of My Heart” dalam versi akustik dan  album debut “Damascus”.

Akibat seringnya mengalami bongkar pasang personel, Sona sebagai penggerak utama band mengubah nama Angel Rebel menjadi Revenge The Fate, yang memiliki filosofi tentang ambisi untuk mengubah nasib buruk menjadi lebih baik. Dengan nama ini, RTF telah menghasilkan album penuh “Redemption” (2014) dan album mini “Awakening” (2018). (RN/MK03)

.

 

2 COMMENTS

  1. memang saya akui perubahan warna musik RTF sangat jelas tapi tak menyurutkan pendengar pendengar setianya untuk berpindah jalur🔥🔥

Leave a Reply to Arief gustyawan Cancel reply