Sebuah visualisasi kejadian-kejadian nyata di skena black metal Norwegia pada awal era ‘90an telah diangkat ke layar lebar. Diberi judul “Lords Of Chaos” dan bakal tayang di berbagai bioskop mulai 8 Februari 2019 mendatang. Film ini digarap oleh Jonas Åkerlund, sutradara asal Swedia yang sebelumnya dikenal pernah bekerja sama dengan Metallica dan Rammstein.

“Lords Of Chaos” sendiri sebagian besar berpusat pada kisah nyata mengenaskan, tentang sebuah band remaja yang menjadi lepas kontrol. Band itu adalah Mayhem, atau lebih tepatnya terkonsentrasi pada sosok Øystein ‘Euronymous’ Aarseth, pendiri Mayhem yang dibunuh oleh Kristian ‘Varg’ Vikernes dari band Burzum pada 1993.

Di film yang dirilis dan didistribusikan oleh kerja sama Gunpowder and Sky, VICE Studios, 20th Century Fox, Scott Free Productions dan Insurgent Media tersebut, Euronymous digambarkan sebagai musisi yang telah berandil besar membentuk musik Norwegian black metal sesungguhnya lewat sepak terjangnya di Mayhem, sekaligus menciptakan fenomena-fenomena kontroversial yang membuat nama Mayhem berkibar, di antaranya seperti aksi pembakaran, pengrusakan hingga peristiwa pembunuhan. 

Selain berpedoman pada buku “Lords Of Chaos: The Bloody Rise Of The Satanic Metal Underground” yang pertama kali diterbitkan pada 1998 silam, Jonas Åkerlund mengaku benar-benar menggali berbagai aspek dalam menggarap film ini. Kepada media The Hollywood Reporter, Jonas mengungkapkan ia bahkan menggali jauh lebih dalam dibanding film-film garapannya yang lain.

“Saya melakukan pendekatan pada film-film saya yang lain seperti saya mengerjakan berbagai video klip atau iklan komersil, yakni sebagai sebuah pekerjaan. Tapi di ‘Lords Of Chaos’, saya menulis semuanya sendiri, kisah yang sangat personal. Saya mengenal orang-orang ini. Semuanya teman-teman saya dan masih eksis di skena metal sampai saat ini. Saya sudah sejak lama mencoba membuat film ini, saya telah menawar-nawarkannya di Hollywood selama bertahun-tahun,” urai Jonas panjang lebar.

Jonas tahu betul, film ini tentunya bukan karya yang mudah dijual. Kisahnya sangat gelap, sehingga ia berusaha menyuguhkannya tetap musikal dengan bumbu humor di sana-sini. “Jadi sangat lucu, tapi bukan komedi. Banyak elemen horor, dimana saya mencoba menggambarkan adegan pembunuhan seotentik mungkin, namun bukan menjadi sebuah film horor. Pada akhirnya, (film ini) tetaplah sebuah drama.”

Sekadar informasi, sebelum menjadi sutradara musik terkenal, Jonas Åkerlund mengawali karirnya sebagai dramer di Bathory, salah satu band black metal era awal. Lalu ia pindah ke Los Angeles dan mulai mengerjakan video klip untuk artis-artis besar seperti Madonna, Beyonce, The Rolling Stones hingga Maroon 5.

“Lords Of Chaos” sendiri didukung oleh beberapa aktor yang sudah mempunyai nama di skena film Hollywood. Di antaranya ada Rory Culkin dari film “Scream 4” yang memerankan sosok Euronymous, lalu Emory Cohen (“The Place Beyond The Pines”) sebagai Varg, Anthony De La Torre (“Pirates Of The Caribbean: Dead Men Tell No Tales”) sebagai Hellhammer, Sky Ferreira (“The Green Inferno”) as Ann-Marit, Jack Kilmer (anak aktor Val Kilmer) sebagai Per Yngve “Dead” Ohlin, dan Valter Skarsgard (anak dari Stellan Skarsgard) sebagai Faust.

Saat “Lords Of Chaos” dipertontonkan pertama kali di Sundance Film Festival (2018), peringkatnya mencapai 91% di Rotten Tomatoes. (MK03)

.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY