Ya, dalam sebuah band, menyatukan visi dan selera adalah bagian yang tersulit. Khususnya jika memandangnya dari sudut musikalitas. Dibutuhkan kebesaran hati untuk bisa baur dan menampik masalah. Cumbersome In Summer, unit musik keras asal Kebumen, Jawa Tengah ini memilih genre metalcore yang dibubuhi elemen rap untuk menyukseskan guyub, tanpa mengorbankan keinginan hati tiap personel. Lewat single terbarunya, “Slaughterman”, formula itu ditumpahkan. 

“Kami mengusung metalcore/rap karena pada genre ini dapat mencakup segala genre favorit kami, masing-masing personel, dan kami mendapatkan sebuah semangat yang menyala-nyala saat memainkan atau menulis lagu pada musik yang kami bawakan. Kami menyukai segala jenis genre musik dan tentunya kami tidak menganut paham rasisme pada genre musik lain. Karena menurut kami, musik adalah sebuah karya seni yang bebas dan luas, semua orang dapat menjadi dirinya sendiri dalam bermusik tanpa tertembus apa pun yang mencoba menjatuhkanya,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

Lebih jauh, Cumbersome In Summer yang mulai menggeliat sejak 2009 silam ini juga menegaskan, pemilihan konsep musikal tadi juga dilatari tekad untuk membawa sesutu yang berbeda dan tepat bagi kebutuhan band. “Pada akhirnya kami menemukan sesuatu yang tepat untuk mengurangi nyanyian-nyanyian clean. Gabungan unik yang memadukan unsur rap dan metalcore menjadi pilihan yang juga tepat untuk para metalhead yang menyukai musik dengan tempo cepat dan bertenaga.”

“Slaughterman” sendiri digarap Hardyan (vokal), Bias (gitar), Jalu Oldsvck (rap/gitar), Achink (bass) dan Ryan (dram) selama kurang lebih 3-4 bulan. Mereka mengeksekusinya di studio rekaman milik sendiri, dimana pengerjaan teknisnya ditangani sendiri oleh Jalu Oldsvck. Dan dengan segala perubahan nada dan instrumen yang sangat memakan waktu produksi, akhirnya mereka bisa menyelesaikannya. Termasuk dalam proses pembuatan lirik yang juga lumayan memakan waktu. Sebuah kisah tentang seorang pembunuh kejam pada masa lalu, yang pada akhirnya membawanya ke sebuah lubang penyesalan, yang hanya bisa ia tebus melalui kebaikan.  

“Kami mengangkat (tema) dari sebuah sejarah nyata ‘seorang pembunuh’ yang kami rahasiakan namanya, yang mengikuti aksi pemusnahan ratusan ribu manusia.”

Sebelum perilisan “Slaughterman” yang kini sudah dapat dinikmati di berbagi gerai digital, Cumbersome In Summer sebenarnya saat ini sudah bermodalkan materi album yang sudah berisi beberapa trek. Dan single “Slaughterman” merupakan bagian dari album tersebut. “Kami masih terus mengerjakan album kami agar pada 2019 ini, kami dapat mengeluarkan sebuah pemikiran kami melalui sebuah album.” 

Oh ya, sebelumnya, Cumbersome In Summer sudah menetaskan beberapa single dan video musik, di antaranya bertajuk “Comeback Home”, “Gimmeback” dan “Indonesia”. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY