Secara resmi, Jakarta telah menjadi salah satu kota yang disinggahi Taking Back Sunday untuk merayakan dua dekade perjalanan karirnya. Semalam, 23 Januari 2019, unit rock asal New York (AS) yang bernuansa emo, post-hardcore dan melodic punk tersebut menggeber lebih dari 20 lagu, di hadapan para penggemarnya, di Tennis Indoor Senayan.

Mereka – Adam Lazzara (vokal), John Nolan (gitar/vokal), Mark O’Connell (dram), Shaun Cooper (bass), Nathan Cogan (gitar/kibord) – membuka suguhan konsernya dengan menggelontorkan keseluruhan materi dari album debut “Tell All Your Friends”, yang dirilis pada 2002 silam. Karya rekaman yang antara lain beramunisikan komposisi “You Know How I Do”, “You’re So Last Summer”, “Cute Without the ‘E’ (Cut from the Team)”, “There’s No ‘I’ in Team” dan “Head Club” tersebut merupakan debut kesuksesan Taking Back Sunday di skena rock dunia. Sempat terseok-seok di awal perilisannya, namun lambat laun mencapai angka penjualan hingga lebih dari satu juta keping di seluruh dunia.

“Sebelum kami ke sini, pihak promoter bertanya apakah kami bisa membawakan keseluruhan materi dari album pertama? Kami bilang, ‘Tentu saja!’ Dan kami sangat senang akhirnya bisa berada di Jakarta,” seru Adam Lazzara dari atas panggung, di sela penampilannya.

Seketika, para penonton yang sebagian besar diisi para musisi dari skena indie tersebut digiring ke masa kejayaan awal emo/post-hardcore pada awal 2000an, saat materi “Tell All Your Friends” digeber. Walau hanya dipadati sekitar 500an penonton, namun interaksi Taking Back Sunday dengan penonton terjalin cukup intens, intim dan berhasil mengundang nyanyi ‘berjamaah’ di beberapa nomor enerjik. Terlebih, sang frontman Adam Lazzara yang tak henti memancing komunikasi, plus aksi panggungnya yang interaktif, di mana hampir setiap lagu ia mengayun-ayunkan mikrofon mengitari tubuhnya, dan menangkapnya kembali di momen yang tepat.

Usai menggeber materi album debut tadi, Taking Back Sunday melanjutkan perjalanan napak tilasnya lewat beberapa lagu yang sudah cukup dikenal para pemujanya seperti “A Decade Under the Influence”, “This Photograph Is Proof (I Know You Know)”, “What’s It Feel Like to Be a Ghost?”, “Liar (It Takes One to Know One)”, “Tidal Wave”, “All Ready to Go” dan “MakeDamnSure”.

Sebelum ke Indonesia, Taking Back Sunday telah memulai tur dunianya sejak 9 Januari 2019 lalu dengan mengunjungi beberapa kota di Australia, lalu ke Singapura dan Jepang. Lalu mulai 26 Januari, mereka bakal menggelar konser di Filipina, sebelum kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan rangkaian turnya. Keseluruhan tur tersebut sekaligus menjadi sarana promosi perilisan album “Twenty” yang merangkum 21 lagu terbaik Taking Back Sunday, yang telah diedarkan via label Concord sejak 11 Januari 2019 lalu.

Khusus konser di Indonesia, digagas oleh promoter MyWill Entertainment yang mengemasnya dalam paket festival bertajuk “Rock N’ Sound 2019”, yang juga menampilkan aksi panggung dua band lokal, Padi Reborn dan The S.I.G.I.T.. 

Taking Back Sunday sendiri dibentuk pada 1999 silam oleh gitaris Eddie Reyes, yang justru baru saja mengundurkan diri, tepatnya pada pertengahan April 2018 lalu. Setelah “tell All Your Friends”, Taking Back Sunday merilis album “Where You Want to Be” (2004), “Louder Now” (2006), “New Again” (2009), “Taking Back Sunday” (2011), “Happiness Is” (2014) dan “Tidal Wave” (2016). (mdy/MK01)

Kredit foto: Mikhail Teguh Pribadi

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY