Empat tahun berselang sejak perilisan album debut “Unvorsum”, Fornicaras kembali ‘meracau’. Unit metalcore modern asal Magelang, Jawa Tengah ini baru saja meletupkan single bertajuk “Marabahaya” yang diperdengarkan dalam format video musik di kanal YouTube mereka. Lagu ini merupakan salah satu gerbang menuju momen peluncuran album studio kedua berjudul “Persona” yang kini sudah memasuki tahap duplikasi fisik (CD). Sebelumnya, mereka telah lebih dulu mengirim sinyal lewat dua single, yakni “Berserker” yang ditayangkan oleh kanal YouTube media Internasional, The Metal Rebel, serta single kedua berbentuk video lirik berjudul “Immortal”.

Bagi Fornicaras yang diperkuat formasi Hilman Zulmi (vokal), Fadel Diedo (gitar), Fany Sejati (gitar), Benandri (bass) dan Sapto Widodo (dram), “Marabahaya” merupakan wujud apresiasi mereka kepada komunitas yang ada di kota Magelang dengan tagline ‘one city // no border’. Lagu tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat agar tercipta skena yang sehat, yang menyatu-padu dalam memajukan industri musik di kota Magelang.

Proses kreatif penggarapan “Persona” sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 2016 silam. Khususnya untuk “Marabahaya” yang sudah direkam setengah jadi saat itu. Namun baru pada 2018, Fornicaras memutuskan untuk menyelesaikan semua lagu dalam “Persona” yang telah mangkrak selama dua tahun terakhir.

“Kami mulai membuka file-file lama dan memilih mana yang akan dimasukkan dalam album dan mana yang tidak, mencari referensi-referensi baru agar album ini tidak terdengar membosankan, serta pendewasaan dari album kami sebelumnya. Seluruh proses kreatif serta proses rekaman kami lakukan secara swadaya, memaksimalkan semua alat dan skill yang kami punya. Seluruh proses, mulai dari menulis lagu, rekaman, mixing dan mastering, serta artwork dan garapan video hingga video lirik kami kerjakan sendiri di studio pribadi kami,” ungkap Fornicaras kepada MUSIKERAS memperjelas.

“Marabahaya” yang menghadirkan vokal tamu dari Hays – vokalis dari band heavy beatdown ternama kota Magelang, Sabertooth – tetap mempertahankan nafas kental metalcore, yang lantas diberi sentuhan hardcore yang lumayan dominan, namun tanpa menanggalkan karakteristik Fornicaras yang sudah dikenal para pemujanya.

“Untuk lagu ‘Marabahaya’ kami lebih condong ke komposisi power chord, breakdown tempo rendah, serta lead yang bersemangat, untuk menyokong lirik dalam lagu ini yang notabene membahas semangat persatuan skena musik di kota kami. Sesuai dengan judul ‘Persona’ yang bisa diartikan sebagai ‘pencitraan’, fenomena yang sangat sering dijumpai di mana pun kita berada, yang terlihat mau pun tidak. Seluruh lirik saling berkaitan antar lagu dan juga tidak lepas dari konsep ‘persona’ itu sendiri,” urai pihak band lagi, panjang lebar.

Sementara untuk konsep musik, referensi terbesar band bentukan 2014 ini saat mengeksekusi komposisi “Marabahaya” terpusat pada band-band mancanegara seperti While She Sleeps, Hundredth dan Lionheart.  Sementara untuk referensi dalam proses pembuatan album keseluruhan, mereka juga banyak mendengarkan Erra, As I Lay Dying, Polaris, Miss May I, Behemoth, I See Stars, Dimmu Borgir dan At the Gates. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY