Diperkuat oleh dramer Ino Muralino, satu-satunya founder Divine yang tersisa, unit thrash metal senior asal Jakarta ini berusaha terus bergolak mempertahankan eksistensi. Belum lama ini, diperkuat formasi terkini yang juga dihuni vokalis Andi Jaka (Supersucks/Alien Sick), gitaris Heyckel dan Wisnu serta bassis Amink (Sinusitis), Divine meletupkan sebuah single baru bertajuk “Grievous”. Disuguhkan dalam format musik video, lagu tersebut menjadi ‘menu pembuka’ menuju perilisan album terbaru yang akan segera dilemparkan tahun ini juga.

Tentu saja, secara musikalitas, terjadi perubahan yang cukup signifikan dengan adanya para personel baru dalam tubuh Divine. Jika biasanya mereka kental ‘bernafaskan’ old school thrash metal, kali ini banyak menyuntikkan unsur groovy dan heavy metal, namun tentunya tanpa melunturkan akar thrash metal yang telah menjadi nadinya.

“Formula musik Divine di lagu ‘Grievous’ dan materi lain pada umumnya mengalami banyak perubahan dibandingkan dengan album-album sebelumnya. Mungkin bisa dibilang old school thrash dengan sentuhan new school. Ada referensi-referensi baru seperti Anthrax, Megadeth, dan nama-nama besar lainnya,” ungkap pihak Divine kepada MUSIKERAS.

“Grievous” sendiri termasuk salah satu lagu pertama yang direkam dalam proses pembuatan album terbaru Divine. Mulai digarap sejak 2017 lalu, saat masih bersama personel lama, yakni vokalis Aji Kurnia Nugroho dan dramer Erlangga “Eki” Mukti Wardana (Kras). “Tentunya mengalami perubahan sana-sini setelah digarap bersama personel baru. Proses rekaman Divine dimulai sejak pertengahan 2018, direkam bersama Ikul Recording dan bertempat di studio musik Basement.”

Sementara untuk keseluruhan materi di album, para personel Divine menegaskan tak ada materi lama yang didaur ulang untuk kebutuhan album baru. Namun mereka mengakui, ada beberapa ‘sentuhan’ dari mendiang Ucokk Tampubolon – gitaris pendiri Divine –  yang coba dimasukkan agar benang merah musik Divine yang sudah lama terkonsep tetap terjaga. 

Sedikit menengok ke belakang, Ucokk Tampubolon menghembuskan nafas terakhirnya pada 7 Agustus 2015 silam setelah bergelut melawan masa koma usai menjalani operasi pengangkatan tumor dalam otaknya. Sebelum membentuk Divine, kiprah Ucokk di skena musik cadas Tanah Air telah dimulai sejak era’90an, yang antara lain pernah tergabung di beberapa band seperti unit thrash metal senior Mortus dan Rotor, serta sempat membentuk band metal bernuansa industrial bernama Brain The Machine bersama mendiang Robin Hutagaol (Suckerhead/Noxa).

Ditinggal Ucokk tentu saja meninggalkan jejak yang tak mudah hilang dari wajah Divine. Kepada MUSIKERAS, gitaris Heyckel mengakui awalnya sangat berat melaluinya karena sosok ucokk yang sangat lekat pada Divine. “Saya tentu merasa bertanggung jawab untuk meneruskan perjuangan Almarhum sejak kepergiannya. Jujur, awalnya berat, karena sosoknya sangat lekat. Perginya beberapa personel juga sempat menghambat gerak Divine saat itu. Tapi, orang baik, sekali pun sudah pergi, pasti akan meninggalkan nama baik. Tidak butuh waktu lama untuk mengisi kekosongan personel, sampai akhirnya terealisasi juga penggarapan album terbaru Divine,” papar Heyckel.

Setelah perilisan “Grievous”, Divine segera merapatkan barisan untuk secepatnya merampungkan penggarapan album baru yang saat ini prosesnya kira-kira sudah mencapai 85%. “Tidak ada target pasti, tapi semoga bisa secepatnya di tahun 2019 ini.”

Sejauh ini, sejak dibentuk pada Januari 2001 silam, Divine telah menorehkan tiga karya album rekaman, yakni “Relevasi” (EP 2005), “Anger Thy Giveth” (2008) dan “Long Live Thrash Metal” (2015). Selain “Grievous”, sebelumnya Divine juga pernah merilis video musik untuk lagu “Namaste” (dari album ‘Anger Thy Giveth’) dan “Long Live Thrash Metal”. (mdy/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY