Satu lagi band yang berusaha keras lepas dari ancaman kepunahan. Adalah Batu Nisan, unit gothic metal asal Pemalang, Jawa Tengah, yang sempat mengalami kebuntuan ide selama setahun dalam mengeksekusi materi album terbarunya. Kendala itu diakui gitarisnya, Davi yang mendapat tanggung jawab untuk mengaransemen lagu-lagu terbaru Batu Nisan.

Salah satu faktor yang membebani Davi adalah lagu-lagu fenomenal Batu Nisan sebelumnya, seperti ”Cahaya Bidadari” dan “Tujuh Senja’ yang telah ditonton jutaan orang di kanal YouTube. Lagu-lagu tersebut merupakan ciptaan mendiang Ari Nisan, gitaris dan pendiri Batu Nisan yang telah meninggal dunia pada 24 Juli 2017 lalu.

Namun kini ada semangat baru yang mengemuka di formasi Batu Nisan terkini, yang juga dihuni Ipang (gitar), Acong (bass), Nano (scream vocal) dan Diyanti (vokal). Dalam waktu dekat, Batu Nisan telah bertekad akan merilis album barunya setelah mendapat suntikan ide-ide segar. Niat itu tercetus setelah mereka mengadakan pertemuan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

“Ada kabar gembira, semangat dalam jiwa personel band yang tersisa untuk menyelesaikan album terbaru kini lebih terasa, yang telah tertunda setahun karena segala macam persoalan di luar band, seperti jarak, waktu dan pekerjaan. Semoga dapat kami atasi dengan cara saling support satu sama yang lainnya untuk mencari solusi terbaik sehingga album baru akan segera terwujud,” urai pihak band optimistis.

Saat ini, sudah ada delapan lagu baru serta dua lagu lama yang didaur ulang yang mereka kantongi. Empat lagu di antaranya sudah dalam proses rekaman dan sisanya akan dijadwalkan masuk dapur rekaman mulai awal Februari tahun ini.

Bagi Davi, ia menginginkan konsep musik di Batu Nisan berikutnya banyak melibatkan nada yang iramanya tidak biasa, yang berbeda dibanding album sebelumnya. “Tapi semoga para kawan Nisan (panggilan fans, Red.) puas dengan hasil yang saya dan teman-teman Batu Nisan aransemen di album terbaru nanti, yang Insya Allah akan beredar pasca Lebaran tahun ini. Dan saat ini sudah ada tiga label rekaman Ibu Kota yang siap merilis album baru Batu Nisan tersebut,” ujarnya menjanjikan.

Terkait harapan untuk kiprah Batu Nisan ke depannya, mereka sepakat untuk mendukung apa pun yang menjadi keputusan bersama para personel yang tersisa sekarang. Mereka tahu betul bahwa saat ini, segenap keluarga Batu Nisan tengah dalam proses bangkit dari duka mendalam yang melingkupi pasca wafatnya founder/frontman Ari Nisan, dengan menjaga semangat dan pengorbanan Almarhum dalam merintis Batu Nisan sejak 15 tahun lalu di Comal, Pemalang Jawa Tengah.

“Apa pun yang menjadi keputusan band untuk kelangsungan hidup Batu Nisan ke depannya, kami semua akan mendukungnya bersama. Terlebih Diyanti, satu-satunya personel yang tersisa sebagai kekuatan dalam membuat lirik lagu di band, yang akan kami jaga dan perhatikan, dimana dia juga adalah mantan istri dari Almrhum.”

Batu Nisan dibentuk pada 2004 silam atas gagasan vokalis Imin dan gitaris Ary. Saat itu, mereka ingin membentuk sebuah band yang berbeda dari yang sudah ada. Dengan formasi Imin, Ary, Adam (gitar), Pendi (bass) dan Sapar (dram), mereka merilis single bertajuk “Akherat Setan” dan “Ritual Mayit” pada awal 2008 dengan konsep black metal. Setelah kedua single tersebut, Imin, Pendi dan Sapar mengundurkan diri, dan Batu Nisan pun sempat melanjutkan karir dengan memanfaatkan bantuan additional player. Pada pertengahan 2008, formasi baru Batu Nisan kembali dibangun dengan merekrut Dyanti (vokal), Eno (gitar), Ken (bass), Rury Rades (kibord) serta Adam yang beralih ke dram. Pada formasi inilah Batu Nisan mengalami pergeseran konsep, mengubah genre ke gothic metal, dan berhasil mengeksekusi lagu terbaik mereka, “Cahaya Bidadari”, “Misteri Batu Nisan” dan “Tangisan Kematian”. Lalu pada awal 2013, Batu Nisan pun merilis album debut bertajuk “Cahaya Bidadari” yang diedarkan oleh Black Art Productions. Album inilah yang mengantarkan Batu Nisan ke berbagai pentas nasional, di antaranya seperti Gothic Black Fest, Java Metal Fest hingga Noxa Fest. (yo/jakers/MK03)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY