Usai sudah masa-masa kritis Hellburger. Unit old school hardcore/punk asal Bandung ini telah berhasil melewati era turbulensi dimana formasi mereka tak pernah solid – bisa dibilang sejak terbentuk pada 1991 silam – yang menjadikan mereka tergolong tidak produktif. Keluar masuknya personel baru serta kesibukan masing-masing membuat Hellburger batal mengeksekusi penggarapan album keduanya.

Angin segar baru berhembus pada pertengahan 2017 lalu, setelah Fabian, mantan vokalis Unrule, mengungkapkan tekadnya kepada bassis Unay untuk membangkitkan Hellburger lagi. Fabian dan Unay sendiri mulai menghuni Hellburger secara resmi pada 2011, atau sekitar dua dekade setelah band tersebut pertama kali dibentuk. Dan khusus Fabian, ia sebelumnya bahkan pernah dilibatkan untuk mengisi vokal latar saat Hellburger menggarap album mini (EP) pertama, “Absolutelly Depressed Against Process” (1997).

Tanpa pikir panjang, Unay langsung menyambut positif semangat yang dikobarkan Fabian. Karena bagi Unay, ini adalah sebuah bom waktu. Keinginan yang terpendam akan karya-karya yang dibuat untuk Hellburger beberapa tahun silam akhirnya bisa direalisasikan dengan formasi terbaru dari Hellburger. Singkat cerita, Hellburger akhirnya berhasil mematenkan formasi Fabian, Unay, gitaris Tyle (dari band Vultures dan No Pride) serta dramer Bill (Suspect/Tears Of Joy) dan merilis single terbaru bertajuk “Menolak” pada 23 Januari 2019 lalu.  

“Menolak” sendiri menancapkan lirik keras, tentang seruan untuk menolak lupa terhadap kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, yang selalu tak pernah berujung dan tak pernah terselesaikan. Mulai dari tragedi Mei 1998, penghilangan paksa para aktivis termasuk Wiji Thukul, pembunuhan Munir, kasus Marsinah, pembunuhan biadab terhadap Salim kancil yang menolak tambang pasir di Lumajang Jawa Timur sampai pada kasus terbaru Poro Duka yang tewas ditembak oleh oknum polisi di Sumba NTT. “Menolak” adalah ajakan untuk menolak sikap represif aparat dan kekerasan aparat terhadap warga sipil, sebuah lagu perlawanan terhadap tirani dan mencoba memperjuangkan kebenaran yang dibungkam dan dihilangkan paksa. 

Saat penggarapan rekaman “Menolak”, para personel Hellburger hanya membutuhkan waktu selama enam jam (satu shift) yang dieksekusi di Rebuilt Studio. Dulu, studio tersebut dikenal dengan nama Reverse 40124, milik Richard Mutter, dramer PAS Band. Dan untuk proyek rekaman “Menolak”, Hellburger dibantu oleh anak Richard, yakni Avedis (gitaris Aftercoma) untuk urusan teknis.

Untuk mendapatkan ‘rasa’ dari kemarahan meluap-luap di liriknya, Hellburger menggasak formula-formula hardcore yang kali ini dibubuhi dengan sentuhan modern. “Lebih modern dan fresh tanpa menanggalkan identitas dan ciri khas Hellburger. Biohazard, Backfire, Terror dan Pantera adalah beberapa band yang menginspirasi kami (di single ini),” cetus pihak band kepada MUSIKERAS. 

Setelah perilisan “Menolak”, rencananya, Hellburger akan mulai menggarap video musik untuk single tersebut, sekaligus melanjutkan proses penggarapan album kedua yang kini telah berjalan. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY