‘Waham’ merupakan proyek ego kami masing-masing, dan semakin ke sini kami semakin susah bertoleransi. Ahirnya kami bagi tiga saja; Delusional, Pharaprenia dan Confabulation. Ya maklum saja, semakin berumur kami semakin suka menggerutu… hahaha.

Itulah ungkapan paling jujur yang terlontar dari Suri, unit stoner rock asal Jakarta yang baru saja merilis single baru bertajuk “VGNSRS” via label Black Andje Records. Lagu tersebut merupakan pelumas kuping sebelum peluncuran album mini (EP) “Delusional” yang tak lain merupakan bagian pertama dari trilogi EP berjudul “Waham”.

Ya, rencananya Suri bakal meluncurkan tiga EP dalam satu kemasan sekaligus, atau yang mereka sebut dengan istilah Three-EP (dibaca ‘trippy’). Jadi selain “Delusional”, dua EP lainnya bertajuk “Pharaprenia” dan “Confabulation”. Masing-masing merepresentasikan ketiga personel Suri. Rencananya, “Waham” bakal digelar ke publik secara resmi pada akhir Februari 2019 mendatang. Namun sebelumnya, pihak label terlebih dahulu akan memperkenalkan dua single lagi yang mewakili setiap EP. 

Suri yang dihuni tiga otak ‘rewel’ bernama Rito Sini (gitar/vokal), Gandung (bass) dan D-Rexx (dram) menggarap “Waham” cukup lama. Mereka memulai produksinya semenjak 2014 silam, direkam di dua studio, yakni Syailendra dan Sepsis. 

“Sebetulnya yang menyebabkan panjangnya waktu produksi ini dikarenakan proses kreatif yang sungguh melimpah dengan berbagai macam perbedaan yang kami dera. Di semua part dalam proses kreatif ini berat, toleransi dan argumentasi yang menuntut kami harus lebih dewasa dalam membuat konsep ini, sampai ahirnya kami memutuskan untuk mengedepankan ego kami untuk mempersatukan Suri. Aneh ya, cuma ‘it works’,” papar pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan. 

Lebih jauh tentang “Waham”, di mata Suri juga memiliki arti delusi dalam kitab kejiwaan. Adalah suatu keadaan psikotik di mana otak manusia berpikir terbalik dari kenyataan yang ada, menuruti suara-suara tipuan alias skizofrenik positif dengan sindrom manusia menyebalkan seperti kepala batu dan halu permanen. “Bayangkan rock padang pasir dan halusinasinya…. Atau bila itu terlalu sederhana, bagaimana kalau rumah sakit jiwa dan lekuk vagina, tempat sperma bermuara agar mencipta kehidupan?”

Trippy, seperti diceritakan Rito Sini, berisi khayalan-khayalan paruh baya para personel Suri terhadap topik langganan mereka: kehidupan seksual. “Tapi bukan cabul,” sergahnya. Melainkan proses kelahiran hidup itu sendiri yang lebih dalam dan kompleks dan bertutur dengan tingkat imajinasi fiksi ilmiah yang absurd – non erotika minus ereksi. “Kami membentuk sebuah labirin kehidupan di atas kehidupan. Coba menafsir lewat pikiran kami tentang peristiwa apa yang sebenarnya terjadi pada saat sperma bertemu dengan ovum,” lanjutnya.

Trippy yang lantas menjadi bentuk kompromi terbaik dalam proses kreatif tiap personel Suri pada akhirnya menggiring mereka ke konsep musikal yang lebih lebar. Seperti yang mereka ungkapkan via siaran pers resminya, Trippy mengandung banyak larutan keras, sludgey-bluesy dan berdebu padang kaktus yang tandus digilas kaki pedal raksasa dramer D-Rexx. Riff-riff kotor pengendara motor besar menyerbu liang imaji labirin vagina. Tergenang di dalamnya keheningan delusi yang nikmat – atmosfer piano di tangan syahdu imago Dylan Carlson. Berenang dan pelan merambat, bak batang penis. Dengan kompromi seperti itu Trippy tampak seperti satu tempat pemberhentian yang lengkap bagi para stoned-rocker.

Geliat Suri sendiri dimulai pada 2008 silam, dan sejak 2010 beranggotakan formasi solid Rito Sini, Gandung dan D-Rexx. Mereka memainkan rock padang pasir, semua yang beranting dari Kyuss sampai Nola Eyehategod, astronot moker Sleep dan setengah puntung rokok milik seorang anggota Hell’s Angels. “(Tapi) Sejak awal terbentuk referensi kami tak pernah berubah, yakni dari diri sendiri.”  

Sebelum “Waham”, Suri telah merilis sebuah album penuh bertajuk “Mothology” (2012) serta lima EP, masing-masing berjudul “Kisah Kasih Lokalisasi” (2010), “Gurun Nestapa” (2010), “Tiga.Puluh” (2014), “Spacerider” (2014) serta sebuah album split (2012) bersama Sigmun dan Jelaga. (mdy/MK01)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY