Baruna, salah satu vokalis rock senior yang disegani di Tanah Air, kembali ke panggung rekaman. Sebuah single fresh bertajuk “Like Poison” telah mengawali gebrakan vokalis yang juga dikenal sebagai frontman band rock legendaris Elpamas. 

“Like Poison” yang diedarkan via label Sirkus Records sendiri digagas oleh Tori Sudarsono, sahabat lama Baruna semasa di Dragonz, band yang mereka huni pada era ‘80an. 

Untuk mengeksekusi olahan musiknya, Tori menunjuk Rifo Octavian Suryadharma – atau yang lebih akrab disebut Rifofo, seorang produser musik yang sudah beberapa kali mengerjakan produksi buat Sirkus Records. Musik hasil racikan Rifofo dianggap pas dan sesuai dengan konsep yang diinginkan untuk Baruna. Aransemen musik rock dengan sentilan kekinian, dengan raungan permainan gitar, riff serta rhythm yang agresif, plus entakan dram dan dentuman bass yang gagah, untuk menggiring pendengar ke suasana ‘golden age of rock music’ lagi. Lalu, Rifofo sendiri lantas berkolaborasi dengan David Tandayu (Kripikpeudeus), yang berhasil menerjemahkan ide-ide dalam aransemen musik Rifofo ke dalam sebuah melodi lagu dan lirik berjudul “Like Poison”.

Lalu tak lupa, terlibat pula Handre Sastrosoegito, seorang pembuat film yang juga kawan lama Baruna dan Tori. Mereka sepakat membantu produksi “Like Poison” dengan membuatkan video musiknya.

“Pada Oktober 2017, saya, Tori, Handre dan Rifofo ketemuan di Sirkus Records. Rupanya Tori sudah siapkan musik yang dibuat oleh Rifofo lebih dahulu buat saya, saya dengar dan suka sama konsepnya. Kemudian dilanjtkan dengan proses penulisan melodi lagu dan liriknya yang dibantu oleh David Kripikpeudeus. Proses lamanya kurang lebih sekitar tiga bulan sampai mastering, semua dilakukan di Studio HT78 milik Sirkus Records. Namun baru bisa kita realisasikan (sekarang) karena kesibukan kami masing-masing untuk rilis di awal tahun ini,” urai Baruna kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

Mengenai konsep musiknya, Baruna juga mengakui, “Like Poison” sangat kental akan nuansa rock atau hard rock ’80an. “(Tapi) dengan sentuhan kekinian dan dapat membuat suatu pengembangan untuk sebuah genre baru di musik rock itu sendiri, meskipun sumber atau pengaruhnya dari Black Sabbath atau Ozzy Osbourne,” ungkapnya mempertegas. 

Setelah perilisan “Like Poison”, Baruna mengaku belum ada rencana untuk meneruskannya ke tahap penggarapan album, namun sementara ini hanya sebatas single saja. “Mungkin buat saya, progresnya ya berkarya dan terus berkarya. Karena saya yakin musik keras itu nggak ada matinya!”

Karir professional Baruna – atau yang punya nama lengkap Baruna Priyotomo – bisa dibilang dimulai pada 1989 silam, saat bergabung dengan Elpamas dan merilis album debut “Dinding-Dinding Kota” (Logiss Record). Lalu pada 1990,  Baruna sempat terlibat di band Legend Bee bersama Uranogaz (bass), Mauly Gagola (gitar) plus bantuan mendiang dramer Uce Haryono. Formasi ini sempat melahirkan single berjudul “Jakarta Rock City”. Dua tahun kemudian, Baruna berangkat ke Hamburg, Jerman untuk melanjutkan studinya ke School of Audio Engineering (S.A.E). Selama di Jerman, Baruna membentuk beberapa band antara lain Matahari dan Baraka. 

Pada 1999 Baruna, kembali ke Jakarta, membentuk Jagad Band dan merilis album “Putao Jahaman” yang juga diproduksi oleh Logiss Record. Sejak itu Baruna terus berkarya dan berkolaborasi dengan beberapa artis dan musisi ternama, di antaranya seperti Jockie Suryoprayogo, N. Riantiarno, Elfa Secioria hingga Addie MS. Sebuah album mini (EP) solo bertajuk “Thy Name is My Title” dirilis Baruna pada 2014. Lalu di atas panggung “Jogjarockarta Festival” pada Oktober 2018 lalu, Baruna kembali memperkuat formasi Elpamas. (mdy/MK03)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY