Dari daratan kota seribu sungai Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebuah unit alternative rock yang telah menggeliat sejak 2009 silam bernama Kalayangan Pagat kembali mencoba mengobarkan semangat kehidupan berkesenian di skena lokal. Pesan itu mereka curahkan lewat single terbaru bertajuk “Kembali ke Panggung”. Lalu bersamaan dengan itu, mereka juga meluncurkan single lainnya yang menyoroti keseimbangan lingkungan hidup berjudul “Merakus”. Kedua lagu tersebut bisa didengarkan via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Youtube, Soundcloud dan lain-lain.

“Lagu ‘Kembali ke Panggung’ adalah (bentuk) keresahan kami akan sepinya movement skena lokal di daerah kami,” cetus pihak Kalayangan Pagat kepada MUSIKERAS, “dikarnakan beberapa hal, termasuk lesunya semangat kawan-kawan pemusik dan pekerja seni dari sub-culture lain. Dengan adanya lagu ‘Kembali ke Panggung’, kami berharap bisa jadi penyemangat kawan-kawan skena lokal untuk kembali semangat berkarya.”

Sementara itu, lagu “Merakus” – yang terinspirasi isu lingkungan yang beredar di Kalimantan Selatan, yaitu tentang Hutan Meratus – dibuat khusus untuk mengkritisi dan mengingatkan kembali ke kawan-kawan agar menjaga keseimbangan alam dalam menjalani kehidupan. “Jangan rakus sumber dayanya,” seru mereka.

Proses produksi dan rekaman “Kembali ke Panggung” dan “Merakus” digarap Shandy (vokal), Ayub Simanjuntak (gitar/vokal), Ebenn (gitar), Mukti (bass) dan Rino (dram) dalam waktu tiga bulan, yang dieksekusi di studio rekaman lokal, Hollow Labs.

Dalam penggarapan musiknya, Kalayangan Pagat banyak menyuntikkan pengaruh-pengaruh grunge, khususnya di “Kembali ke Panggung”. Terdengar ada penerapan riff riff yang sering digunakan di lagu-lagu Nirvana. “‘Kembali ke Panggung’ juga diharapkan bisa menjadi anthem dari album terbaru kami nanti,” cetus band.

Sementara di lagu “Merakus” yang juga menghadirkan kontribusi dari dua rapper lokal, yaitu Run-D dan Sagaris, Kalayangan Pagat lebih mengarahkannya pada elemen rock n’ roll yang sedikit diberi nuansa garage rock. “Terdengar ada sedikit riff dari Led Zeppelin di beberapa part lagu.”

Setelah kedua single tadi, Kalayangan Pagat yang sebelumnya pernah merilis album mini (EP) bertajuk “Birukan Teriakan” pada November 2013 silam telah mencanangkan melakukan sebuah tur mini pada akhir tahun, sekaligus peluncuran dan promo album kedua, yang kini sudah memasuki tahapan rekaman. (aug/MK02)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY