Minggu, 10 Maret 2019 mendatang, salah satu raksasa extreme death metal Tanah Air, DeadSquad bakal menggetarkan kembali sekujur album “Horror Vision”, karya rekaman fenomenal mereka yang telah memasuki usia satu dekade. Dan yang lebih mengerikan sekaligus sangat istimewa, formasi asli DeadSquad di album debut tersebut; Daniel Mardhany (vokal), Stevi Item (gitar), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass) dan Andyan Gorust (dram) bakal dihadirkan dalam sebuah paket konser bertajuk “Horror Vision Reunited 2019”.

Bisa dibilang, momentum istimewa ini sendiri bisa terwujud berawal dari sebuah pertemuan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, tepatnya di rumah Stevi Item. Di situlah ide untuk menggarap proyek perayaan 10 Tahun “Horror Vision” mengemuka. Dalam pertemuan itu, hadir sosok Bonny Sidharta yang akhirnya membuat Stevi semakin yakin untuk menghubungi personel DeadSquad formasi “Horror Vision” lainnya. Dan hasilnya cukup menggembirakan. Usaha Stevi menghubungi sahabat-sahabat lamanya itu mendapat sambutan positif. Bukan hanya sekadar wacana, ketika personel lain menyanggupi untuk ‘balikan’, segala persiapan pun mulai dilakukan. Mulai mengatur jadwal workshop, latihan di studio, hingga mengonsep ‘kejutan-kejutan’.

“Pertama kali kami berlima gabung di studio itu sekitar tahun 2008 untuk formasi ‘Horror Vision’ ini , karena Coki dan Daniel baru bergabung di tahun 2008. Setelah itu, ‘Horror Vision’ rilis di bulan Maret 2009, dan kami (baru) berkumpul lagi di studio untuk pertama kalinya pada 5 Februari 2019 untuk latihan, setelah sekian lama berpencar,” urai Stevi mengungkapkan.

Karena baru berkumpul lagi, mereka sempat mengalami beberapa ‘masalah kecil’ yang berkaitan dengan hal-hal teknis ketika latihan. Ada beberapa part lagu yang terlupa, karena sudah lama tidak dimainkan. “Kami juga ada satu lagu yang memang jarang banget dibawain, bahkan ketika masih bergabung bersama. Judulnya ‘Sermon Of Deception’. Tapi setelah mulai beberapa saat, lalu dicoba berulang kali akhirnya berhasil juga.”

Bagi Stevi, “Horror Vision”  sangat berarti dalam perjalanan karirnya, khususnya buat DeadSquad. Sebuah album yang pada awalnya lahir di luar ekspektasi mereka. “Karena awalnya, band ini niatnya adalah band tribute, tapi malah bikin lagu sendiri. Tiga tahun setelah terbentuk, Deadsquad baru bisa melahirkan album, dan ternyata responnya baik, sukses yang membukakan banyak pintu dan membawa DeadSquad ke tempat yang nggak pernah disangka-sangka sebelumnya. Karena itulah penting buat kami merayakan 10 tahun ini untuk mengingat kembali masa-masa dari album ‘Horror Vision’ ini,” tutur Stevi kepada MUSIKERAS, beralasan.

Selain bakal menggeber lagu-lagu dari “Horror Vision”, di konser yang bakal dipecahkan di Bulungan Outdoor, Jakarta tersebut, DeadSquad juga bakal menggelontorkan beberapa materi lagu dari album “Profanatik”, “Tyranation” hingga materi rahasia untuk album mini (EP) terbaru mereka nantinya. “Sebisa mungkin kami ingin menyenangkan semua fans lama dan fans baru DeadSquad.”

Lalu, apakah konser reuni tersebut hanya bertahan satu hari saja? Menurut Stevi, “Horror Vision Reunited 2019” tetap berpeluang untuk dilanjutkan. Terutama jika ada promotor yang berminat menjalankan konsep reuni tersebut. “Paling yang akan jadi kendala soal jadwal, terutama jadwal Coki karena harus berkoordinasi dengan jadwal NTRL, seperti dulu juga begitu kan?”

Namun demikian, di sisi lain, DeadSquad dengan formasi yang sekarang – Daniel Mardhany, Stevi Item, Karisk (gitar), Anak Agung Gde Agung (bass) dan Alvin Eka Putra (dram) – juga tetap akan menjalankan agenda-agenda yang sudah dicanangkan. Rencananya, tahun ini akan merilis album dan bakal menjalani tur di Eropa lagi pada Agustus 2019 mendatang. (mdy/MK01)

Kredit foto: Adi Wirantoko (@warprocks)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY