Deadsquad sukses menapaktilasi karir awal mereka melalui konser bertajuk “Horror Vission Reunited 2019” di Bulungan Outdoor, Minggu (10/3) malam. Sesuai janji gitaris sekaligus motor utamanya, Stevi Item, seluruh lagu dalam album debutnya tersebut dibawakan dengan formasi orisinal; Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), Andyan Gorust (dram) dan Stevi tentunya.

Dibuka dengan “Pasukan Mati” – anthem fans fanatik Deadsquad – salah satu pasukan extreme death metal kebanggaan Indonesia ini lantas menyemburkan “Dimensi Keterasingan”, “Sermon Of Deception”, “Dominasi Belati”, “Hiperbola Dogma Monoteis”, “Manufaktur Replika Baptis” dan “Horror Vision” tanpa ampun. Menerjang setiap gendang telinga para metalhead yang menyesaki area venue.

Dengan tata suara yang berkategori ‘gila’, Pasukan Mati seakan terhipnotis untuk terus mengayunkan kepala (headbanging) dan ber-moshing ria di sekujur pertunjukan. Rasanya memang belum pernah sebuah gelaran musik metal di Bulungan mendapatkan perlakuan sound seganas ini. Sadis! Kendati demikian, konser tersebut bukan tanpa kekurangan. Tata cahaya panggung yang disajikan malam itu sayang sekali terasa kurang maksimal.

Sedikit menengok persiapan gelaran konser reuni ini sepanjang Februari kemarin. Meski dikenal sebagai band profesional yang telah malang melintang hingga ke luar negeri,  DeadSquad juga sempat mengalami beberapa masalah teknis ketika menjalani sesi latihan.

“Ada beberapa personel yang lupa part-part lagunya karena sudah lama nggak dibawain. Dan juga ada satu lagu yang memang jarang banget dibawain bahkan ketika masih bersama, judul lagunya ‘Sermon Of Deception’, ini kami semua pun hampir lupa, tapi setelah dicoba berulang kali akhirnya berhasil juga,” ungkap Stevi.

Namun fakta di lapangan berkata beda. Stevi beserta pasukannya tidak menemukan masalah berarti saat membawakan lagu-lagu tersebut. Setiap jengkal riff dan solo gitarnya dibabat habis, setiap dentuman bassnya dilahap tanpa sisa, setiap gebukan dramnya terdengar nyaris sempurna, dan setiap barisan liriknya menyembur galak tanpa basa-basi. Sejumlah musisi yang turut menyaksikan konser ini seperti Dewa Budjana, Aria Baron, Ezra Simanjuntak, Bagus (NTRL), dan Adam Koil juga terlihat khusyuk menyaksikan persembahan DeadSquad.

Kali pertama lima personel album “Horror Vision” bersama di studio terjadi pada 2008. Setahun berselang, album yang menjadi cetak biru dalam karier metal DeadSquad ini dirilis pada Maret 2009. Meski band ini tidak pernah bubar dan merilis karya-karya baru dengan para personel baru, formasi “Horror Vision” baru kembali berkumpul di studio pada 5 Februari kemarin dalam persiapan konser “Horror Vision Reunited 2019”. Rencananya, paling tidak, konser reuni ini akan terus berjalan sepanjang 2019.

Sebelum formasi album “Horror Vison” ini menghujam panggung, DeadSquad dengan formasi sekarang; Daniel (vokal), Stevi (gitar), Karisk (gitar), Anak Agung Gde Agung (bass) dan Alvin Eka Putra (drum) tampil lebih dulu menyajikan materi-materi dari album “Profanatik”, “Tyranation”, hingga materi anyar untuk EP (album mini) terbaru mereka yang sampai saat ini masih dirahasikan judul dan waktu perilisannya.

“Sebisa mungkin kami ingin menyenangkan semua fans lama dan fans baru DeadSquad,” kata Stevi kepada MUSIKERAS.

Konser penanda 10 tahun usia perilisan album “Horror Vison” ini sendiri dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Dibuka oleh Paper Gangster, Poison Nova, Noxa dan Carnivored. Selepas jeda Magrib, gerombolan death metal Viscral dan pasukan deathcore asal Bandung, Revenge The Fate menyemburkan distorsi-distorsi gahar mereka sekaligus menjembatani kehadiran formasi terkini Deadsquad ke atas panggung. (Tim Musikeras)

Kredit foto: Ovan Mustofa

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY