Berita gembira buat para pemuja alunan-alunan berkontur alternative rock / rap rock. Karena di ajang “Hodgepodge Superfest” kedua yang ditetapkan bakal digelar pada 31 Agustus hingga 1 September 2019 mendatang di Allianz Eco Park, Ancol, Jakarta Utara, sudah diumumkan bakal digetarkan oleh Prophets of Rage, supergrup hasil kolaborasi para personel grup rock Rage Against the Machine dengan dua legenda hip hop, Public Enemy dan Cypress Hill.

Kepastian kedatangan Prophets of Rage secara resmi dibeberkan pihak penyelenggara lewat sebuah konferensi pers pada Rabu (27/3) lalu, di Jakarta. Selain itu, juga bakal dihadirkan Snow Patrol, band rock asal Irlandia Utara yang dikenal lewat lagu “Chasing Cars” dan “Run”. Tahun lalu, “Hodgepodge Superfest” diramaikan oleh The Libertines dan All Time Low.

Prophets of Rage sendiri merupakan kolaborasi para personel grup rock Rage Against the Machine, yaitu Tom Morello (gitar), Tim Commerford (bass), Brad Wilk (dram) dengan legenda hip hop, DJ Lord (turntables/vokal latar), Chuck D (vokal) dari Public Enemy serta B-Real (vokal) dari Cypress Hill. Pada 15 September 2017 lalu, mereka telah merilis album debut self-titled dengan dua single unggulan, “Unfuck the World” dan “Living On The 110”.

Untuk mewujudkan penggarapan rekaman album tersebut, Prophets of Rage bekerja sama dengan Brendan O’Brien, produser legendaris yang sebelumnya juga menangani proses pembuatan album milik Rage Against the Machine dan Audioslave. Lewat siaran pers resminya, Tom Morello menyebut lirik lagu “Living On The 110” menyoroti isu seputar orang-orang yang tak punya tempat tinggal, khususnya di Amerika. “110 adalah jalan tol di Los Angeles, dan di bawahnya ada ribuan orang-orang yang tak punya rumah. Mobil-mobil Bentley dan Rolls Royces berseliweran di atas orang-orang miskin dengan tempat bernaung seadanya. Sebuah penggambaran yang sempurna mengenai analogi kesenjangan ekonomi yang fantastis, yang terjadi pada masa ini.”

Prophets of Rage sendiri terbentuk pada 2016 lalu, mengambil namanya dari salah satu judul lagu Public Enemy yang termuat di album “It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back” (1988). Kolaborasi ini bukan persinggungan pertama bagi Rage Against the Machine dengan Public Enemy dan Cypress Hill. Saat masih diperkuat vokalis Zakk De La Rocha, Rage Against the Machine pernah menjadi band pembuka konser Public Enemy pada 1992 silam. Dan dua tahun kemudian, Cypress Hill juga mengajak Tom Morello dan bandnya itu untuk menjadi pendamping tur mereka. Bahkan, B-Real sendiri sebenarnya muncul di video klip lagu “Killing in the Name”.

Sebelum memulai penggarapan album self-titled, Prophets of Rage sudah melakukan pemanasan lewat peluncuran album mini (EP) bertajuk “The Party’s Over” pada 26 Agustus 2016 lalu. Album tersebut berisi lima lagu, yakni lagu baru berjudul “The Party’s Over”, versi daur ulang lagu “Prophets of Rage”, plus tiga lagu yang direkam dari penampilan panggung mereka, yaitu “Killing in the Name”, “Shut ‘Em Down” dan “No Sleep Til Cleveland”.

Oh ya, Bagi yang berminat melihat penampilan enerjik Prophets of Rage, bisa mulai membeli tiket early bird yang sudah mulai dijual di situs www.supermusic.id dengan harga Rp. 200.000 per hari. (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY