Di tengah penggarapan materi album terbaru yang rencananya bakal dilempar ke pasaran pada akhir 2019, unit heavy metal Lamb of God memanfaatkan momentum 15 tahun usia album “Ashes Of The Wake” dengan merilis ulang salah satu karya rekaman terbaik mereka tersebut dalam format piringan hitam ganda (double vinyl) pada 3 Mei 2019 mendatang.

Kemasan tersebut bakal diberi judul “Ashes Of The Wake – 15th Anniversary Edition” dengan mneyuguhkan 11 lagu dari album asli, plus tambahan lagu “Another Nail For Your Coffin” yang merupakan rilisan single (B-side) serta versi ‘mentah’ (demo) dari lagu “Laid To Rest”, “Ashes Of The Wake” dan “Remorse For The Dead”. Setiap keping piringan hitam akan disertai kartu akses untuk pengunduhan lagu.

“(Album tersebut) adalah rilisan pertama kami di label rekaman major,” ujar gitaris Mark Morton lewat siaran pers resminya, tentang album “Ashes Of The Wake”. “Juga merupakan album pertama yang secara agresif menembus pasar mainstream. Saya pikir (album ini menunjukkan) kekuatan terbesar kami dalam situasi dimana kami tak membiarkan tekanan, ekspektasi serta hal-hal yang berpotensi melahirkan kegagalan mengganggu proses kreatif kami. Kami sangat kompak dan tetap jujur pada identitas (musikal) kami secara artistik.”

“Ashes of the Wake” merupakan album studio keempat formasi Mark Morton, John Campbell (bass), Chris Adler (dram), Randy Blythe (vokal) dan Willie Adler (gitar) yang dirilis pada 2004 silam via label Epic Records. Saat itu, mereka berhasil menembus peringkat 27 terlaris di Billboard 200, dan terjual sebanyak 35.000 keping di wilayah Amerika Serikat. Pada 2014, penjualan keseluruhan album yang antara lain memuat komposisi “Now You’ve Got Something to Die For”, “Hourglass”, “Laid to Rest” dan “Omerta” tersebut di Amerika Serikat mencapai angka 400.000 keping dan seketika menjadi album terlaris mereka.

Lamb of God sendiri saat ini tengah bersiap-siap menjalani tur sebagai band pendamping Slayer di wilayah Amerika Utara, yang akan dimulai pada 2 Mei mendatang di Ak-Chin Amphitheatre, Phoenix, Arizona. Dan pada 13 Juni 2019 mendatang, Lamb of God juga telah dijadwalkan bakal tampil di beberapa festival di Eropa.

Hingga hari ini, Lamb Of God telah merilis delapan album studio, yakni “New American Gospel” (2000), “As the Palaces Burn” (2003), “Ashes of the Wake” (2004), “Sacrament” (2006), “Wrath” (2009), “Resolution” (2012) dan “VII: Sturm und Drang” (2015). Pada 18 November 2016 lalu, Lamb Of God sempat pula meluncurkan album mini (EP) berjudul “The Duke” via label Nuclear Blast.

Pada 18 Mei 2018 lalu, Lamb of God merayakan 20 tahun perjalanan karirnya dengan merilis “Legion: XX”, sebuah album yang memuat lagu-lagu daur ulang milik band-band yang banyak memberi pengaruh terhadap eksplorasi musikal mereka seperti Stormtroopers of Death, Bad Brains, Melvins, Ministry, Agnostic Front hingga Cro-Mags, menyatukan berbagai sub-genre seperti classic punk, hardcore, crossover dan noise. Tapi di album ini, para personel band yang terbentuk di Richmond, Virginia ini tidak mengatasnamakan Lamb Of God, melainkan mengibarkan Burn the Priest, nama yang mereka gunakan saat terbentuk pertama kali pada 1994 silam. (MK03)

Kredit foto: Travis Shinn

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY