Tur konspirasi para pahlawan gitar rock dan metal berilmu taraf ‘sapu jagad’ bernama Generation Axe akhirnya menelurkan sebuah produk rekaman. Tepatnya pada 28 Juni 2019 mendatang, kolaborasi yang melibatkan Steve Vai, Yngwie Malmsteen, Zakk Wylde (Ozzy Osbourne/Black Label Society), Nuno Bettencourt (Extreme) dan Tosin Abasi (Animals As Leaders) tersebut akan merilis album rekaman konser berjudul “Generation Axe – The Guitars That Destroyed The World: Live In China” via label rekaman earMUSIC.

Album tersebut diabadikan dari penampilan Generation Axe di Beijing, China, sebagai bagian dari tur Asia pada April 2017 silam. Selain Beijing, Jakarta juga merupakan salah satu kota yang dikunjungi Generation Axe saat itu, yang dilangsungkan di Ecovention, Ancol Jakarta, 21 April 2017.

Berikut urutan lagu yang termuat di album “Generation Axe – The Guitars That Destroyed The World: Live In China”:

01. Generation Axe – Foreplay (BOSTON cover)

02. Tosin Abasi – Tempting Time (ANIMALS AS LEADERS cover)

03. Tosin Abasi/Nuno Bettencourt – Physical Education (ANIMALS AS LEADERS cover)

04. Nuno Bettencourt – A Side Of Mash (medley of EXTREME solos)

05. Nuno Bettencourt/Zakk Wylde – Sideways (CITIZEN COPE cover)

06. Zakk Wylde – Whipping Post (THE ALLMAN BROTHERS BAND cover)

07. Steve Vai – Bad Horsie

08. Yngwie Malmsteen – Valhalla / Baroque n Roll / Overture / From a Thousand Cuts / Arpeggios from Hell / Far Beyond the Sun

09. Yngwie Malmsteen/Steve Vai – Black Star

10. Vai/Wylde/Bettencourt/Abasi – Frankenstein (Edgar Winter cover)

11. Generation Axe – Highway Star (DEEP PURPLE cover)

Di mata Yngwie Malmsteen, tur kolaborasi Generation Axe yang dimulai sejak 2016 di kawasan Amerika Utara tersebut benar-benar berjalan dengan sangat natural. Dan Yngwie mengaku – seperti yang ia ungkapkan kepada MUSIKERAS lewat obrolan eksklusif via email pada 3 Maret 2017 silam – keterlibatannya di proyek tersebut karena memenuhi undangan Steve Vai secara personal.

“Saya telah berteman dengan Steve Vai dan Zakk Wylde selama bertahun-tahun. Steve mengundang saya secara pribadi ke proyek Generation Axe. Semuanya berlangsung sangat lancar, tak ada kejutan apa pun. Seluruh gitaris sangat ahli dalam bidangnya masing-masing.”

Selain itu, selama menjalani tur bersama Generation Axe, Yngwie tak pernah merasa ada aroma persaingan sedikit pun dengan sesama gitaris yang terlibat. “Saya tak pernah melihatnya dari sisi itu. Saya hanya melakukan apa yang saya miliki, dan saya pikir gitaris lainnya juga melihatnya seperti saya… musik bukan kompetisi, tapi lebih ke ekspresi. Generation Axe sangat menarik dan bisa membawa musik saya tidak hanya pada satu audiens, tapi ke empat audiens baru yang sebelumnya mungkin saja tak pernah mendengar musik saya.”

Oh ya, “The Guitars That Destroyed The World: Live In China” rencananya bakal diedarkan dalam format fisik CD digipak dan piringan hitam (vinyl) dalam jumlah terbatas serta format digital. (mdy/MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY