Usai merilis single pertama “Earth One” tahun lalu, kreativitas Serendipity ternyata tidak terhenti di tengah jalan. Buktinya, unit rock asal Purwokerto, Jawa Tengah ini kembali melepas sebuah karya rekaman baru. Bahkan kali ini sebuah karya album mini (EP) yang diberi label “Boddah”.

“Boddah” – yang diambil dari nama teman fiksi Kurt Cobain (Nirvana) di masa kecil – merupakan himpunan lima lagu yang dibuat oleh Ilham Ihza Mahendra (gitar), Adnan Habib (bass), Afif Syaiful (dram) dan Sam Yunandaru Gagah Raka Dewangga (vokal) untuk mereka yang merasa cemas terhadap dunia yang sebenarnya dialami oleh seluruh umat manusia di muka bumi pada umumnya. Kemunafikan manusia, kecemasan, perenungan, semua dirangkum dan dapat didengar di album mini tersebut.

Serendipity mengeksekusi proses rekaman “Boddah” selama kurang lebih satu bulan di Rocket Studio, Purwokerto. Saat menjalaninya, mereka harus berhadapan dengan kendala waktu yang kerap berbenturan dengan aktivitas kampus. Maklum, kecuali Afif, tiga personel lainnya masih berstatus mahasiswa. “Dramer kami sudah terlebih dahulu lulus jadi menyocokkan waktunya butuh kesepakatan mufakat yang demokrasi dan amanah,” urai pihak band kepada MUSIKERAS mengungkapkan.

Dalam merangkai konsep musikal di “Boddah”, para personel Serendipity mengaku tidak menerapkan formula tertentu sebagai acuan utama. Mereka hanya menjalaninya secara natural, berawal dari nongkrong bersama, bermain gitar, lalu mendapatkan nada, bikin lirik, dan kemudian jadilah sebuah lagu.

“Terus begitu sampai tiba-tiba punya lima lagu. Kalo referensi sih bisa dari mana aja kayaknya, selama lagu yang didengerin itu keren. Tapi yang diutamain pasti lagu rock sih, dari era ‘70an sampai sekarang,” cetus mereka lagi.

Serendipity yang bermakna kebanggaan alami dan kebahagiaan, mulai dikibarkan pada 2017 lalu. Digerakkan oleh para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, yang kerap nongkrong di sebuah tempat yang mereka namai Kandang Family. Awalnya Adnan Habib yang mengusulkan dibentuknya band tersebut, dan mengajak Ilham karena memiliki kesamaan selera musik. Tak lama kemudian keduanya mengajak Sam dan Afif untuk bergabung, dan terbentuklah band yang awalnya hanya meng-cover lagu-lagu rock milik band lain. Bagi mereka berempat, kegiatan band di sela-sela waktu kuliah adalah hal yang menyenangkan untuk mereka, karena dapat menyalurkan birahi bermusik dan melepas penat dari ruwetnya kehidupan perkuliahan yang berisi tugas-tugas dan segala aktifitas lainnya yang tiada henti.

Nama Serendipity sendiri juga diusulkan oleh Adnan Habib, karena selain bermakna bagus, juga terinspirasi dari sebuah wawancara artis idolanya saat itu, Tatjana Saphira, yang mengatakan bahwa ia menyukai hal-hal yang berbau serendipity. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY