Sejak meninggalkan Guns N’ Roses usai tur dunia 2014 silam, hingga hari ini Ron “Bumblefoot” Thal sama sekali tak memperlihatkan tanda-tanda melambat. Segudang kesibukan terus dijalani shredder ini. Antara lain bersama Art of Anarchy, band yang juga dihuni John Moyer (Disturbed) dan Scott Stapp (Creed), lalu Sons of Apollo (bersama Billy Sheehan, Derek Sherinian, Jeff Scott Soto dan Mike Portnoy) dan yang terbaru, bergabung dalam formasi Asia, unit supergroup rock legendaris yang pernah dihuni oleh Steve Howe (Yes).

“Kepala saya terasa berputar sangat cepat,” seru Ron Thal kepada MUSIKERAS, lewat sebuah obrolan singkat di Facebook, mengenai kesibukannya saat ini.

Beberapa bulan lalu, Ron berpartisipasi di acara Joe Satriani G4 music camp, lalu tampil sebagai gitaris tamu di konser Billy Sheehan’s Talas serta tur di Amerika Serikat bersama Altitudes And Attitude, band yang dibentuk oleh David Ellefson (Megadeth) dan Frank Bello (Anthrax). Dan saat ini, Ron mulai menggarap materi untuk album terbaru Sons of Apollo sambil menjalani persiapan tur bersama Asia. Untuk sementara, ia mengaku bahkan harus menyetop menjadi bintang tamu di berbagai proyek rekaman agar bisa fokus dengan proyek-proyek besar tadi.

Namun di sela padatnya jadwal tadi, Ron Thal masih menyempatkan diri merilis sebuah single instrumental pertamanya, bertajuk “Cintaku”. Ya betul, ia menggunakan Bahasa Indonesia di judulnya. Karena Ron mengakui, beberapa kali berkunjung ke Jakarta dan Indonesia telah meninggalkan kesan mendalam. 

“Beberapa dari momen favorit saya adalah dari masa-masa di Indonesia. Momen yang sangat saya syukuri. Saya ingat makan gado-gado untuk pertama kalinya, dan betapa lezatnya rasa sate di sana… makanan terfavorit saya di dunia,” seloroh Ron lagi, mengenang.

Tentang “Cintaku” sendiri, disebut Ron sebagai lagu terindah yang pernah ia buat, dan sekaligus menjadi lagu pembuka menuju penggarapan album instrumental. “Saya ingin membuat album instrumental, dan ingin menghadirkan beberapa musisi tamu di dalamnya. Tapi saat ini, saya akan merilis lagu satu per satu, sepanjang yang saya bisa. Sangat sulit menjaga momentum untuk membuat album di antara segala jadwal tur, tapi akan saya coba.”

“Cintaku” dirilis pertama kali lewat kanal Bandcamp, lalu menyusul di berbagai gerai digital seperti Spotify dan iTunes mulai 19 April 2019 mendatang. Disamping itu, Ron juga berencana membuat dan merilis transkripsi permainan gitarnya serta musik pengiring (backing track) lagu tersebut. Oh ya, saat merekam “Cintaku”, Ron memainkan gitar Vigier doubleneck serta gitar Vigier ‘GV Rock’.

Ron Thal pertama kali ke Indonesia saat menjadi bagian dari tur dunia Guns N’ Roses untuk promosi album “Chinese Democracy”. Konser di Jakarta berlangsung di Mata Elang International Stadium, Ancol pada 16 Desember 2012 silam dengan formasi Axl Rose (vokal), DJ Ashba (gitar), Richard Fortus (gitar), Dizzy Reed (kibord), Chris Pitman (kibord), Tommy Stinson (bass), Frank Ferrer (dram) dan Ron Thal.

Sebagai gitaris solo, Ron Thal telah merilis album “The Adventures of Bumblefoot” (1995), “Hermit” (1997), “Hands” (1998), “9.11” (2001), “Uncool” (2002), “Forgotten Anthology” (2003), “Normal” (2005), “Abnormal” (2008), “Barefoot – The Acoustic EP” (2008) dan “Little Brother Is Watching” (2015). (mdy/MK01)

Kredit foto: Hristo Shindov


Cintaku by Bumblefoot

1 COMMENT

LEAVE A REPLY