Perkenalkan, lagi sebuah band rock potensial lahir dari ‘rahim musisi’ wilayah Jatinangor, sebuah kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Sumedang. Walrush dibentuk pada akhir 2018, di sela kesibukan para personelnya menjalani rutinitas perkuliahan di salah satu universitas di Jatinangor.

Sejak itu, Walrush yang kini dihuni formasi Rinaldo Amrius (vokal/gitar), Karl Mahaputra (gitar), Damasara Rinu (bass) dan Adzhim Putra Perdana (dram) terus bergulir hingga berhasil menelurkan sebuah single rekaman bertajuk “Proletar”. Sebuah komposisi yang lahir dari hasil kompromi berbagai rasukan musikal para personelnya.

“Formula lagu ‘Proletar’ ini sebenernya dari rock dan sedikit sentuhan punk sih,” urai pihak Walrush kepada MUSIKERAS, “karena emang yang kami ingin buat nuansanya sebenarnya kayak lagu-lagu The Offspring, Smashing Pumpkins dan Soundgarden. Bahkan melodi-melodinya itu banyak referensi dari band macem Avenged Sevenfold, Dragonforce dan yang sejenisnya. Tapi sejujurnya untuk influence macem-macem sih, hampir semua musik yang kami denger dan enak buat kami itu dijadikan referensi.”

Sementara untuk lirik, Walrush menyuarakan tentang keluh kesah masyarakat ‘proletar’, mereka yang kerap mendapatkan tindakan semena-mena dari penguasa dalam artian yang luas. Bisa berlaku untuk pemerintah, kaum borjuis, atau aparat. Intinya segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh beragam penguasa. Biar pendengar sendiri yang menginterpretasikan bentuk penindasan dan penindasnya.”

Oh ya, menurut pengakuan pihak band, bibit lagu “Proletar” sebenarnya sudah ada sejak Agustus 2018 lalu, sebelum Walrush resmi terbentuk. Namun ketika sepakat untuk direkam, akhirnya dikulik dan dipoles-poles lagi hingga Maret 2019 lalu.

Walrush menggarap rekaman “Proletar” di Teargaslab, Cicadas dengan bantuan Irsyad Ali untuk urusan teknis, termasuk eksekusi mixing dan mastering. Keseluruhan proses kira-kira menghabiskan waktu selama dua minggu. Dalam menjalani prosesnya, para personel Walrush mengaku mendapatkan beberapa kendala karena minimnya pengalaman rekaman.

“Karena kami newbie semua sih ya, dalam artian baru masuk ke dunia rekaman. Jadi kendalanya seputar ‘Oh ternyata kalo mau suara kaya gini harus gini’… dan akhirnya revisi-revisi terus deh… hahaha.”

Dalam waktu dekat, “Proletar” akan tersedia di berbagai gerai digital seperti Spotify, Deezer, Joox, Bandcamp, dan lain-lain. Setelah itu, Walrush kemungkinan akan merilis sebuah single lagi sebelum merilis album mini (EP) debutnya. “Sekarang sudah ada blueprint buat 5-6 lagu,  cuma belum dikulik lebih dalem aja.” (Aug/MK02)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY