Gejolak kreativitas musikal Day For Uncle Sam (DFVS) ternyata tidak berhenti di album debut “Floribus Venenosa” yang dirilis pada 2016 lalu. Terbukti, kini unit emo rock asal Surabaya tersebut kini telah berancang-ancang lagi untuk merilis album mini (EP) bertajuk “Pandiculation”. Dan sebagai pemanasan, mereka telah menyulutnya lewat peluncuran video lirik dari single berjudul “Forging Steel”. Komposisi yang menyuguhkan kolaborasi DFVS dengan Ijal dari Last Goal Party tersebut juga sudah bisa didengarkan via berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes dan sebagainya.

Lirik “Forging Steel” sendiri menyampaikan pesan bahwa dalam menempuh perjalanan menuju pribadi sekuat baja dibutuhkan keberanian untuk mengakui diri sendiri layak dan berharga, maka dari itu tidak ada pengakuan yang muncul dari orang lain jika tidak dimulai dari dorongan pribadi untuk mengakui diri sendiri. Konon, lirik tersebut didasari cerita pribadi dari orang-orang terdekat mereka seputar pengalaman bullying (perundungan) yang dialami pada masa sekolah.

“Tentunya kampanye ‘gathering hope’ akan terus ada untuk menggugah kesadaran perundungan tak kasat mata di sekitar kita,” seru pihak DFVS kepada MUSIKERAS, diplomatis.

DFVS yang diperkuat formasi Ferdinand (vokal), Tino (gitar), Brili (gitar/vokal), Ryan (bass) dan Pras (dram) menggodok “Forging Steel” dalam proses yang cukup lama. Pasalnya, di lagu tersebut, ada kontribusi vokal dari Ijal (Last Goal Party) yang berdomisili di kota berbeda. “Sehingga perlu ada penyesuaian jadwal antara pihak DFVS dan guest vocal. Sedangkan untuk proses rekaman dilakukan di dua tempat, yakni Rambpage dan Massarict dikarenakan adanya perubahan taste hasil final dari beberapa part instrumen.”

Lebih jauh, DFVS juga menyebut “Forging Steel” sebagai salah satu lagu yang dirancang dengan mengolaborasikan antara instrumen dari aransemen yang padat dan juga karakter vokal bernada tinggi yang catchy. Lalu dikorelasikan dengan penulisan lirik lagu bertema desperation dan mental illness sebagai bentuk pengekspresian rasa sakit yang diakibatkan oleh perundungan.

“Referensi yang diambil dalam perancangan lagu ‘Forging Steel’ terispirasi dari (band-band seperti) Hands Like Houses, Picturesque, While She Sleeps dan Storm The Sky.”

DFVS sendiri terbentuk sejak Maret 2011silam, dengan beranggotakan lima personel awal, yaitu Ferdinand, Tino, Brili, Adi (bass) serta Maulana (dram). Usai menggarap dua single dari album “Floribus Venenosa”, Maulana mengundurkan diri. Dan posisinya lantas digantikan oleh Yoseph. Pada 2013, DFVS kembali berkarya dengan merilis dua single berjudul “Langkah Dimana Aku Berhenti Tertawa” dan “It’s End Tonight”. Sayang, setelah perilisan dua single tadi, Adi dan Yoseph memutuskan hengkang.

Selama setahun, DFVS memutuskan vakum, sambil mencari pengganti untuk mengisi kekosongan. Hingga pada 2015, bergabunglah Ryan (bass) serta Lindu (dram) melengkapi formasi DFVS. Pada 2016, akhirnya album beramunisikan 10 lagu, “Floribus Venenosa” pun dirilis. Pada akhir 2018, kembali terjadi pergantian personel di lini dram. Lindu memutuskan menarik diri, lalu digantikan oleh Pras.

Saat ini, menurut DFVS, penggarapan EP “Pandiculation” sudah memasuki tahap akhir, sudah siap untuk dipasarkan, dan tinggal menunggu tanggal mainnya pada tahun ini. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY