Setelah memanaskan langkahnya lewat perilisan single “Home”, “On Heartless”, “Transendensi” dan “A Sentimental Forsaken”, kini unit modern metal asal Banjarmasin, Heat Seeker Rockets (HSR) akhirnya membungkusnya dalam sebuah kemasan album debut yang juga bertajuk “Home”.

Di sini, band yang diperkuat barisan musisi – Rommy (vokal), Feriza (bass/vokal), Riza (gitar), Emen (gitar) dan Rino (dram) – menerapkan formula cadas dengan benang merah metalcore, namun dengan penojolan warna tersendiri di tiap lagunya. Ada lagu dengan sentuhan post-hardcore, lalu ada pula yang bergesekan dengan kecadasan deathcore, thrash, dan bahkan ballad.

“Jadi memang bervariasi,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS. “Oleh sebab itu kami lebih enak menyebutnya sebagai modern metal atau modern metalcore. Kalau influence di HSR sangat beragam. Misalnya gitaris kami, anaknya deathmetal banget. Kemudian gitaris satunya lagi pure metalcore banget. Terus dramer kami sangat menyenangi mathcore/djent serta progressive groove metal. Jadi memang personel kami benar-benar beragam influence-nya. Ini yang kami jadikan acuan untuk dibebaskan saat membuat lagu untuk HSR. Beberapa referensi dari (band) Miss May I, Emmure, Periphery, Born of Osiris, TDWP, Chelsea Grin, The Faceless dan lain-lain.”

Proses kreatif keseluruhan album “Home” digarap HSR selama 6-8 bulan, termasuk proses rekaman yang dieksekusi di studio milik bassis HSR, Hollow Labs Studio. Mereka mengakui butuh waktu selama itu karena terkendala jadwal pekerjaan kantoran sebagain personelnya. “Harusnya bisa selesai lebih cepat, cuma karena faktor di atas yang membuat proses rekaman sedikit terhambat.”

Tentang keterlibatan Pradipta, vokalis Divide di lagu “A Sentimental Forsaken”, berawal dari ketidaksengajaan. Kebetulan, sang bassis adalah teman dekat Niko, dramer Divide, yang lantas mengenalkan mereka dengan Dipta. ”Kami dikenalkan sama Dipta, (lalu) kami kasih sampel lagunya dan ternyata cocok, maka jadilah lagu ‘A Sentimental Forsaken’ itu.”

Geliat HSR sendiri dimulai pada 7 Agustus 2007 silam. Diawali dengan menggunakan nama Black Valentine, serta geberan musik keras bernuansa alternative rock dan post-hardcore. Pada 2012, HSR merilis album mini (EP) bertitel “Crows” dalam jumlah terbatas. Dari karya rekaman debut tersebut, mereka melahirkan lagu berjudul “Crows”, “Hermosa” dan “Rectoverso”.

Sementara ini, album “Home” baru bisa didapatkan dalam format digital, yang tersedia di berbagai gerai seperti Joox, Spotify, Deezer hingga Apple Music. Tapi dalam waktu dekat, “Home” juga bakal dikemas dalam format cakram padat. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY