Sejak diperkuat formasi Dadan dan Lulu (vokal), Upu dan Irawan An’k (gitar), Dhe’u (bass) dan Pele (dram), unit punk bernuansa hardcore Bedil Angin berusaha keras menggarap konsep musik yang eksploratif, berkarakter, variatif sekaligus bertaji. Pengaruh-pengaruh dari monster punk hardcore seperti Hatebreed, The Exploited, Total Chaos dan Social Distortion mereka kembangkan tanpa membatasi diri. Hasilnya adalah sebuah single berbahaya bertajuk “Dendam Kesumat”.  Sebuah karya rekaman yang juga menjadi pembuktian eksistensi Bedil Angin, yang telah malang-melintang di kancah persilatan punk Tanah Air sejak September 1999.

“Untuk komposisi musik,” seru pihak Bedil Angin kepada MUSIKERAS, “kami kembali ke personel kami sendiri yang menjadi basic dari musik kami selama ini, dengan berlatar belakang punk sebagai acuan kami pada awal terbentuk. Namun kami ingin membuat sesuatu yang baru di ranah musik underground untuk menjelaskan musik kami.”

Proses awal penggarapan lagu “Dendam Kesumat” sendiri, disebut oleh para personel Bedil Angin, terjadi seperti penggarapan lagu umumnya. Dimulai dari dadan yang menawarkan sebuah lirik saat latihan. Ia menulisnya dan menceritakan esensi dari lagu tersebut.

“(Lagu tersebut) berisikan tema tentang amarah yang sudah sangat meluap,  yang sudah melakukan dosa yang cukup parah dan ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Namun mengubah hidup itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari situ, kami mencoba mengomposisikan riff dan irama yang cocok untuk lirik tersebut, sampai Upu berhasil mematenkan part-part musik untuk lirik tersebut dan terciptalah ‘Dendam Kesumat’. Lalu kami rekam di sebuah studio bernama Homeland Studio dan Alhamdulilah tak ada kendala yang berarti sampai lahirnya single tersebut,” urai pihak band panjang lebar.

Setelah perilisan “Dendam Kesumat”, saat ini Bedil Angin juga sedang menggarap konsep video musik untuk single mereka selanjutnya, berjudul “Pamor Larangan”. “Lagu ini menjadi amunisi kedua setelah single ‘Dendam Kesumat’ dari album yang akan kami keluarkan beberapa ke bulan ke depan.”

Bedil Angin sendiri mulai diproklamirkan kehadirannya di Rancaekek, Bandung. Bukan di Cipacing – tempat pengrajin bedil angin – seperti yang dikira banyak orang. Bahkan tak satu pun personel mereka yang berdomisili di sana. “Bermula hanya dari keisengan saja nama Bedil Angin tersebut,” cetus mereka meyakinkan.

Sepanjang guliran karirnya, susunan formasi Bedil Angin kerap berubah. Saat merilis album debutnya, “Sengketa Satu Sara” (Chambers Musik Stuff) pada 2004 silam, Bedil Angin dihuni oleh Dadan, Lulu, Upu, Joker (gitar), Uten (bass) dan Inoy (dram). Namun setelah itu, Upu, Joker, Uten dan Inoy mengundurkan diri. Saat Bedil Angin menggarap single berjudul “Melawan”, nama-nama yang berada di balik produksinya diisi oleh Eko Dewo “Restless” (gitar), Abah Tokin Punklung (gitar), Nandi (bass) dan Adi “Coffe Reggae Stone” (dram). (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY