Sebuah era baru tengah bersiap-siap disambut oleh Machine Head, unit metal senior asal Oakland, California AS. Sejak ditinggal dua personelnya sekaligus, yakni gitaris Phil Demmel dan dramer Dave McClain pada September tahun lalu, dua personel yang tersisa – vokalis dan gitaris Robb Flynn serta bassis Jared MacEachern – telah menggelar sejumlah audisi untuk merekrut personel baru.

Namun sebelum memutuskan siapa saja penguat formasi barunya, Robb Flynn dan Jared memanfaatkan waktu untuk ‘kembali’ ke era awal karirnya untuk merayakan 25 tahun “Burn My Eyes”, album debut Machine Head yang dirilis pada 1994 silam. Dan untuk mewujudkannya, dua personel yang dulunya terlibat di penggarapan album tersebut, yakni Chris Kontos (dram) serta Logan Mader (gitar) diajak reuni. Selain merencanakan sebuah tur selebrasi, formasi Robb, Jared, Chris dan Logan juga mendekam di Sharkbite Studios, Oakland untuk merekam ulang keseluruhan lagu di album “Burn My Eyes”.

Oh ya, di album aslinya, posisi bass dieksekusi oleh Adam Duce. Robb memecat Adam pada 22 Februari 2013, setelah berkontribusi di tujuh album. Chris Kontos sendiri tidak cukup lama menghuni Machine Head. Ia hengkang sebelum perilisan album kedua, “The More Things Change” (1997), dan langsung digantikan oleh Dave McClain. Sementara Logan Mader sempat bertahan hingga album kedua sebelum digantikan oleh Ahrue Luster.

“Belum ada yang pasti saat ini,” cetus Robb mengenai rencana formasi dan materi album baru Machine Head. “(Saat ini) Kami benar-benar hanya fokus untuk mempelajari ulang bagaimana memainkan lagu-lagu di (album) ‘Burn My Eyes’.”

Rencananya, rangkaian konser perayaan 25 tahun album “Burn My Eyes” akan dimulai Machine Head di Jerman pada 5 Oktober mendatang, dan bakal menyambangi beberapa negara di Eropa, lalu menutupnya di Amerika Serikat sekitar November dan Desember 2019.

Machine Head memulai sepak terjangnya di skena musik cadas pada Oktober 1991, di tengah ganasnya gelombang grunge. Berawal dari ketidakpuasan Robb Flynn di bandnya sebelumnya, Forbidden dan Vio-lence. Ia lantas hengkang dan mengajak Adam Duce, Logan Mader dan dramer Tony Constanza (hengkang sebelum sempat rekaman) untuk membentuk Machine Head. Saat merilis album debut “Burn My Eyes”, Machine Head mendapat sambutan positif di Eropa dan langsung menarik perhatian acara MTV’s Headbangers Ball di Amerika. Sayangnya, gempuran grunge di Amerika mengaburkan sosok Machine Head dari perhatian. Pada 2002, Robb dan kawan-kawan hampir membubarkan Machine Head setelah mendapat tekanan dari labelnya saat itu, Roadrunner Records serta para media, setelah salah satu video lagunya yang bertajuk “Crashing Around You” menampilkan gedung-gedung yang terbakar. Para media menarik penayangan video tersebut karena perilisannya hanya sekitar tiga minggu setelah tragedi serangan teroris yang merubuhkan gedung kembar Wall Trade Centre pada 11 September 2001 silam.

Namun setahun kemudian, Machine Head kembali bekerja sama dengan Roadrunner dan merilis beberapa album, termasuk “The Blackening”, album rilisan Maret 2007 yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards ke-50 untuk kategori “Best Metal Performance” lewat lagu “Aesthetics of Hate”. Sampai saat ini, keseluruhan penjualan album Machine Head mencapai angka lebih dari tiga juta keping di seluruh dunia. (MK03)

Kredit foto: Travis Shinn

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY