Pesta demokrasi Indonesia yang diadakan tahun ini telah mengusik Streetwalker, unit rock asal Jakarta untuk melepas sebuah video musik baru, tepat awal Mei 2019 lalu. Mereka memilih lagu “Dereliction” yang berbicara tentang politik dan kesenjangan ekonomi, untuk menyambut Hari Buruh. “Dereliction” juga memvisualisasikan keresahan para personel Streetwalker yang terusik akan fenomena-fenomena di dunia politik yang makin kisruh akhir-akhir ini.

Kutipan ucapan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno dalam pidato 1 Juni 1945 silam yang mengatakan “Nasionalismeku adalah perikemanusiaan”, juga melatari perilisan “Dereliction”, yang mana membawa arti semangat dan cita-cita persaudaraan dan persamaan untuk seluruh umat manusia. Menentang tegas praktik bernegara yang haram dan dapat merugikan banyak orang.

“Itu membuat kami dengan tegas kembali menyuarakan suara kami lewat karya ini. Butuh kesadaran dan partisipasi untuk mencapai kesetaraan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Video “Dereliction” sendiri dibuat dengan mewakilkan elemen-elemen bangsa yang sering ditemui sehari-hari dengan konsep kemasan komedi satir untuk mengingatkan kembali atau sekadar memberikan gambaran kepada generasi Streetwalker, khususnya generasi milenial, untuk berkontribusi mengambil peranan di dalam keputusan bernegara.

Sedikit menengok ke belakang, album “Control Ur Mind” merupakan murni proses kreatif sekumpulan anak muda yang menggabungkan beberapa resep teori dasar nge-band dengan bumbu-bumbu ke-sotoy-an (sok tahu) di dalamnya. Hasilnya tertumpahkan di album pembuka tersebut. Proses pembuatan album sekitar setahun, lalu direkam di Studio RMI yang berlokasi di BSD selama sekitar sebulan.

“Formula album itu sendiri lagi-lagi murni dari ke-sotoy-an kami berempat memandang sebuah karya dengan balutan idealisme kami pada saat itu. Tidak ada formula spesifik, cuma menggabungkan beberapa ide konsep minimalis nan berbahaya dari kami masing-masing. Referensi berbeda-beda setiap personel, mulai dari rock circa ’70-80an hingga musik pemberontakan era Seattle ‘90an tanpa melupakan era modern kami saat ini,” urai pihak Streetwalker lagi meyakinkan.

“Dereliction” adalah video ketiga dari album “Control Ur Mind” yang dirilis  Streetwalker pada 2015 lalu. Sebelumnya, mereka juga telah merilis video untuk lagu “Live, Love, Relax” dan “Wicked Woman” sebulan lalu. Di dalam video “Dereliction” tersebut, Streetwalker juga sekaligus memperkenalkan ‘nyawa’ baru mereka, yaitu bergabungnya bassis Faiz Marie serta dramer Edo Rusri yang masing-masing menggantikan Rian Arfiansah dan Andika Rahimi.

Memulai kembali dengan amunisi baru, Streetwalker yang juga dimotori Hafidz Tamjidi (vokal/gitar) dan Agung Reza Wicaksono (gitar/vokal) kini sedang mempersiapkan karya-karya baru yang mungkin akan dirilis tahun depan. “Pergantian pasukan karena gugur boleh saja, tetapi nyawa Streetwalker tetap terjaga sampai akhir.” (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY