Dopest Dope yang berasal dari Surabaya mencoba berteori seputar tujuan hidup dan kematian. Tema itu dituturkan lewat lirik di “Tuju”, sebuah single yang telah mereka tebar di kanal digital resmi Dopest Dope seperti Soundcloud dan Bandcamp, sejak Selasa, 30 April 2019 lalu.

Lewat siaran pers resminya, lirik “Tuju” disebut menceritakan tentang kegelisahan seseorang yang mulai bertanya-tanya mengenai tujuan sebenarnya dalam hidupnya, apakah kematian adalah akhir? Atau kehidupan sebenarnya dimulai setelah kematian di dunia? Atau setelah mati akan dihidupkan kembali ke dunia? Apakah begitu seterusnya…?

Kegamangan akan paradoks kehidupan setelah kematian itu lantas mereka baluri dengan genangan atmosfir musik yang fuzzy, tapi santai, dengan suara yang menggema ke tiap-tiap sudut ruang yang kosong dan gelap. “Referensi atau influence dalam peroses membuat ‘Tuju’, secara tidak langsung adalah musik yang sering kami dengar sehari-hari, seperti MBV, Slowdive, Themilo, Pure Saturday,” ungkap Dopest Dope kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Demo “Tuju” sendiri dibuat sekitar April 2017 lalu, yang dimulai oleh gitaris dan vokalis Ricky Mahardhika, yang sekaligus bertanggung jawab untuk urusan pengarah musik dan lirik. Proses yang terbilang panjang untuk sampai masuk studio dikarenakan banyak hal. Salah satunya adalah adanya pergantian personel.

“… Membuat kami harus memulai lagi dari awal untuk penggarapan single serta beberapa materi baru yang akan kami masukkan ke dalam (album mini) EP. Proses rekaman dilakukan pertengahan Februari 2019 di Dhisu Rekam Sda, dibantu oleh Anggy sebagai sound engineer dan memerlukan waktu kurang lebih empat hari,” urai pihak band lagi.

Tahun ini, Dopest Dope mmeulai guliran karirnya dengan dukungan formasi baru. Selain Ricky Mahardhika, Sasmito Adi (bass/vokal), Rifki Hidayat (gitar/vokal) serta dramer baru Hengki Arisando yang berasal dari band stoner Hawk. Rilisan “Tuju” juga merupakan debut rekaman studio dari Rifki pada area lead guitar.

Setelah perilisan “Tuju”, Dopest Dope selanjutnya akan mematngkan materi-materi lagu untuk kebutuhan EP. “Secepatnya akan kami rampungkan dalam bulan Mei, serta proses produksinya kira-kira di bulan Mei hingga Juli.”

Oh ya, Dopest Dope sendiri mulai menggeliat pada pertengahan 2011 lalu. Adalah berawal dari kebosanan Ricky dan Adi terhadap tugas-tugas kampus, yang akhirnya menerbitkan keinginan untuk membentuk band sebagai selingan. Nama Dopest Dope pertama kali dipakai saat memeriahkan acara Makrab Wisuda pada 2012. Band ini sempat mengalami beberapa kali pergantian personel sebelum menyatakan solid dengan formasi sekarang. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY