League of Resistance People (LRP) yang terbentuk sejak akhir ‘90an ini akhirnya bersiap-siap menerjang lewat album debutnya. Namun sebelumnya, unit cadas veteran asal Bekasi ini ingin memanaskan kuping publik musik keras lewat komposisi perkenalan, berupa video visualisasi lirik berkonsep hitam putih dari single “Storming Down the Breath”, yang sudah ditayangkan sejak 26 April 2019 lalu.

“Kami merilis video lirik terlebih dahulu, agar pendengar dapat memahami isi lirik lagu tersebut sebelum versi audionya dirilis”, ujar pihak band via siaran pers resminya. Lirik lagunya sendiri bercerita tentang sebuah pergerakan yang pernah berhenti dengan berbagai macam alasan, dan coba dimulai kembali dengan segala keraguan dan keterbatasan yang menurut mereka bukanlah hal yang mustahil.

“Storming Down the Breath” diedarkan dalam format digital oleh label independen bernama Docs Records. Di lagu tersebut, LRP yang diperkuat formasi Tommy (gitar), Ricky (gitar), Alam (dram) dan Manay (vokal) digeber dengan cecaran punk rock yang dibalut melodic hardcore bertempo cepat.

Proses kreatif penggarapan “Storming Down the Breath” diolah melalui proses yang lazim dilakukan band-band di luar sana. Mereka mengawali dengan membuat kerangka atau bagan musik terlebih dahulu dengan instrumen gitar. Lalu setelah melalui beberapa revisi di saat latihan bersama band, barulah lirik dan vokal menyesuaikan.

“Saat proses perekaman lagu ini, kami sekaligus merekamnya dengan lagu-lagu lainnya yang akan ada di album nanti. Berhubung kami merekam lagu ini berbarengan dengan lagu-lagu lainnya, jadi bisa dihitung kurang lebih empat tahun baru bisa kami rampungkan. Memang terbilang lama, karena kami sempat vakum saat proses perekaman berlangsung dikarenakan banyak hal,” urai para personel LRP kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

Dari segi musik sendiri, lagu yang direkam di Starlight Musik Studio, Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut menerapkan komposisi yang sangat simpel, lugas dan tidak bertele-tele. “Referensi musik kami banyak ter-influence dari band-band melodic hardcore seperti Fact, Sunsgrind, Comeback Kid, Waterweed, Shadows, Propagandhi, This is Stand Off dan lain-lain.”

Setelah memanaskan mesin lewat single “Storming Down the Breath”, LRP segera bersiap-siap merilis album. Kini, persiapannya sedang memasuki tahap editing dan mixing. Sementara untuk judul serta desain sampul sudah siap untuk dipublikasikan dalam waktu dekat.

“Berhubung sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan, kami akan fokuskan di proses editing dan mixing terlebih dahulu. Untuk proses perilisan album, kami juga ingin secepatnya, tunggu tanggal mainnya, yang pasti di 2019. Kami juga membuka diri bagi label rekaman yang berminat untuk merilis album ini,” tutur pihak band terus-terang.

LRP memulai sepak-terjangnya di skena independen pada 1999 silam, ketika dua band bernama Dafai dan Nosecure bertemu di kota asalnya, Bekasi. Didorong oleh minat yang sama terhadap punk rock era ’90an terbaru dan melodic hardcore, LRP akhirnya mulai merekam materi asli di K-Studio pada 2002 dan telah melahirkan album mini (EP) beramunisikan lima lagu. Perubahan besar pada susunan personel yang terjadi pada 2007 lantas mengubah warna musik dan sound LRP, menjadi lebih fokus pada melodic hardcore yang bertempo cepat. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY