Mengatasnamakan punk – walau pun mengandung berbagai elemen genre musik lain – JDR (Just Doing Rock n Roll) yang telah terbentuk sejak 2013 silam pun merilis karya album perdananya. Diberi tajuk “Remember The Way”, dimana Isya Jajo (vokal/gitar), Du (dram) dan Rhey (bass/vokal latar) menggeber delapan komposisi lagu yang melampiaskan kreativitas total para personelnya, yang diserap dari berbagai inspirasi dan pengaruh.

“Di album ‘Remember the Way’ ini banyak sisi kreatif dari masing-masing personel, dimulai dari pembuatan lagu yang menceritakan tetang kehidupan kami masing-masing, hingga memasukkan beberapa unsur musik, tetapi tidak lupa akan jati diri musik kami yaitu punk, yang kami gali dari, antara lain, Rancid, Social Distortion, Bad Religion, The Offspring, Nirvana, Real Big Fish, Slipknot, Rhapsody, Superman Is Dead dan Marjinal,” cetus pihak JDR mengungkapkan konsepnya kepada MUSIKERAS.

“Remember The Way” telah diedarkan sejak Maret 2019 lalu, dimana pengemasan produksinya dieksekusi oleh JDR sendiri. Mulai awal proses pengerjaan sampai terbentuk dalam bentuk cakram padat (compact disc). Keseluruhan menghabiskan waktu lebih dari delapan bulan, karena beberapa lagu harus mereka cicil. Ditambah lagi cukup banyak kendala dan problema yang mereka hadapi selama menjalani proses pengerjaannya. Antara lain ada pergantian personel di lini dram yang sempat menghentikan keseluruhan proses, hingga akhirnya mereka bertemu sahabat lama yang lantas mau melanjutkan proses pengerjaan album hingga selesai, sekaligus menjadi dramer baru JDR.

“Album ini pun kami kerjakan bersama dari mulai tracking, mixing, mastering, sampai desain dan cetak album sendiri. Sehingga album ini memiliki rasa tersendiri bagi kami, karena kami tidak menyangka bisa membuat album ini sendiri dari awal proses sampai jadi dalam bentuk rilisan fisik. Proses rekaman lagu kami buat di Creative Musician, yaitu tempat dramer kami sendiri. Jadi kami bisa memakai waktu yang banyak saat ada revisi lagu atau lain-lainnya.”

Dari album “Remember The Way” tersebut, JDR menyebut ada dua lagu yang terbilang memuaskan mereka sebagai musisi dalam penggarapannya, yaitu “Back to Home” dan “Ku Ingin Pulang”.

“‘Back to Home’ aransemen musik awalnya mengambil unsur musik country dan kami coba padukan dengan instrumentasi punk. Aransemen ‘Ku Ingin Pulang’ diambil dari unusr musik pop dan melayu… dan kami kemas dengan distortion rock.”

JDR memulai karirnya dengan mengibarkan nama Camestay, dan tercatat sebagai salah satu band punk di skena Jakarta. Seiring berjalannya waktu sambil tetap menjalani aktivitas manggung, JDR sempat merilis album mini (EP) pada 2018 lalu, yang beramunisikan tiga lagu, yakni “This Is Punk Rocker”,” Kawan Seperjuangan” dan “Bermimpilah”. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY