Usai membius lewat single “Moonshine” pada akhir Maret 2018 lalu, pelantun ‘rock ngawang’ asal Jakarta, Coff kembali melanjutkan aksi hipnotisnya. Kali ini, lewat sebuah single baru bertajuk “Stranded” yang lagi-lagi kental akan kontur psychedelic rock. Sebuah komposisi rilisan Sirkus Records yang biasanya menjadi menu penutup pada setiap pertunjukan mereka, yang bercerita tentang seorang pria yang terdampar di suatu tempat yang tidak diketahui dengan segala kejanggalannya.

Tapi dari sudut pandang konsep musikal, Coff yang dihuni formasi Alif Ezzam Mazaya (vokal/bass), Iommi Ghiffari Araya (gitar), Adhika Rudhi Prabowo (kibord/synth) dan Muhammad Rizky ‘Gempoy’ Fajar (dram) ini meyakinkan tak ada pergeseran yang menyolok.

“Tidak ada pergeseran konsep, hanya saja ‘Stranded’ terdengar lebih ‘dark’ dibanding single sebelumnya,” cetus mereka, kepada MUSIKERAS.

Sebenarnya, penggarapan “Stranded” sudah direkam cukup lama. Dieksekusi di Studio HT78, kecuali untuk isian dram. Prosesnya pun terbilang berjalan cukup lancar, walau mereka sempat kerepotan mencari studio yang bagus untuk melakukan rekaman dram, sampai akhirnya mereka memilih Studio Porsea, di Sawangan.

“Dan seharusnya single dan videoklip ‘Stranded’ (sudah) rilis akhir tahun 2018 kemarin, tetapi dramer kami, Gempoy, terkena penyakit jantung. Penggarapan video klip pun musti ditunda sampai bulan Maret 2019 kemarin,” urai Coff mengungkapkan.

Usai perilisan“Stranded”, Coff bakal segera mengerahkan konsentrasi untuk penggarapan album. Belakangan ini, mereka kerap melakukan workshop untuk penggodokan materinya. “Sejauh ini, sudah ada empat lagu yang sudah matang, lima lagu lainnya sedang dalam proses. Dan kami juga sedang mempelajari metode rekaman untuk album studio kami yang akan datang. Kami tidak ingin buru-buru dalam berkarya.”

Kelahiran Coff diawali oleh Iommi, Alif dan Gempoy yang memang merupakan tempat nongkrong sejak SMP. Kemudian pada pertengahan 2015, Iommi mengajak Alif dan Gempoy untuk jamming di studio. Seiring berjalannya waktu, Iommi lantas memperkenalkan kibordis Dhika kepada Alif dan Gempoy, dan keempatnya pun sepakat membentuk band. Namun baru pada September 2016 mereka mendapatkan kesempatan manggung pertama, setelah selama enam bulan awal hanya diisi nongkrong dan bolak-balik studio untuk menggarap materi-materi lama.

Cita rasa musikal Coff sangat berkarakter psychedelic rock, sebuah sub-genre dari era ’60-‘70an yang kerap dikumandangkan oleh solois seperti Janis Joplin, Jimi Hendrix atau band-band macam The Beatles (terutama di album “Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band”), The Who, Pink Floyd, Jefferson Airplane hingga Greatful Dead. “Referensi kami dalam bermusik sangat  beragam, tapi pengaruh kami paling besar adalah band-band rock tahun 60an dan 70an.” (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY