Hellarmy telah meletupkan dua single yang sangat relevan dengan peristiwa yang terjadi di Tanah Air saat ini. Yaitu “Doktrin Para Pembual” serta “Politik Anjing” yang kini sudah tersedia di berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, Joox dan lain-lainnya.

“Ekstrimisme agama terbukti selalu menyimpan bahaya tersembunyi,” begitu pernyataan Hellarmy mengenai tema yang mereka raungkan di “Doktrin Para Pembual”. Menurut band yang dihuni formasi Wiro (vokal), Aqi Blood (bass), Aciel Martiens (gitar), Fikal (dram) dan Woyo (gitar) tersebut, itu adalah ironi, ada ruang gelap dalam keyakinan.

“Kekerasan atas nama agama bisa menciptakan teror paling bahaya. Sementara kami percaya, firman Tuhan tak pernah menyetujui aksi teror, bagaimana mungkin agama kasih sayang, agama damai, mengobarkan kekerasan sebagai kewajiban suci.”

Secara spesifik, “Doktrin Para Pembual” membahas doktrin paham yang gelap, dimana asal mencuatnya terorisme. Doktrin yang mengaitkan agama dengan aksi-aksi kejam, yang dimanipulasi demi mencari pembenaran moral, dalam melakukan aksi sadistik mengerikan. Agama yang seharusnya menjadi penawar bagi aksi kekerasan, oleh para pembual itu justru dimanipulasi menggunakan ayat-ayat suci, agar bisa menemukan doktrin-doktrin ideologis, menciptakan alasan-alasan moral, demi menghancurkan kemanusiaan.

Melalui lagu ini, Hellarmy mengeritik keras terhadap doktrin yang membodohi umat, sehingga aksi teror dengan sangat aneh bisa dilakukan oleh orang yang terlihat soleh. Watak irasional itu harus dilawan.

“Berangkat dari hal itu kami menggarap ‘Doktrin Pembual’ sebagai single perdana untuk album kami. Formula musik dan referensi kami adalah kesakitan yang berdarah atas ribuan manusia yang selama ini sudah terkena ledakan bom teroris,” cetus Hellarmy kepada MUSIKERAS.

Hellarmy sendiri memulai sepak terjangnya di skena independen Tanah Air pada 20 Desember 2017, yang lahir dari perbincangan tiga orang musisi iseng,  sambil menikmati tuangan demi tuangan intisari dilanjut dengan anggur merah. Setelah sekian lama berargumen masalah negeri akhirnya mereka sepakat untuk bersatu membentuk sebuah grup band dengan genre hardcore modern.

Usai single “Doktrin Para Pembual” dan “Politik Anjing”, Hellarmy bakal menyiapkan peluncuran single ketiga, sebelum melepas album perdananya, yang rencananya bakal berjudul “Hipokrisi Adesif”. Album ini direkam selama beberapa bulan di dua studio, salah satunya di studio milik dramer mereka. “Album ini berisi tentang ideologi dan atas nama kemanusiaan yang berteriak lantang melawan ketidakrasional cara berpikir,” seru Hellarmy meyakinkan. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY