Unit cadas ini berasal dari Muara Enim, Palembang, Sumatera Selatan. Setelah melanglang berbagai panggung, akhirnya Sinetron Reformasi yang terbentuk sejak 2013 silam siap merilis album mini (EP) pertamanya. Dan sebagai pembuka jalan, mereka telah melesatkan single bertajuk “Fvck Everything” dengan olahan musik yang kental akan liukan distorsi melodic metalcore.

Menurut para personelnya, yakni Bayu “Jedink Shefa” Sugara (vokal), Adetia “Adit” Pratama (gitar), Rory (bass), Doni Irawan (dram), ungkapan lirik di lagu “Fvck Everything” menceritakan tentang mimpi besar seseorang yang diremehkan. Lalu tak ada seorang pun yang bisa menghalangi niat keras ambisinya untuk maju, dimana ia akhirnya memasabodohkan semua omongan orang lain, sampai akhirnya ia berhasil mencapai tujuannya.

Penggarapan rekaman “Fvck Everything” serta empat lagu lainnya untuk kebutuhan EP membutuhkan waktu yang lumayan panjang, hingga berbulan-bulan, karena segalanya dipersiapkan dengan matang. “Proses rekaman (dilakukan) di tiga studio di Sumatera, lalu finishing untuk mixing dan mastering di studio Rostel Records, di Jakarta,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Dalam penggarapannya, konsep musik yang kental akan warna melodic metalcore disepakati oleh seluruh personel band. “Influence kami di band ini lebih (mengarah) ke semua musik yang bernuansa metalcore. Semuanya kami dengarkan sebagai referensi, walau tiap personel punya influence yang berbeda-beda.”

Sinetron Reformasi tadinya diawali formasi Doni, Adit, Rory dan vokalis awal, Bery. Namun setelah Bery hengkang, posisinya digantikan oleh Bayu Sugara. Bayu yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Jedink Shefa merupakan jebolan Bugenveil, sebuah band pionir deathcore di Curup, Bengkulu. Bersama band ini, Jedink sempat menelurkan sebuah EP yang berisi tiga lagu. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY