Antartick kembali melempar amunisi baru, setelah sebelumnya memanaskan lewat single bertajuk “Kebas”. Unit rock asal Bogor ini baru saja merilis sebuah single bertajuk “Hujan” yang bertema penyesalan. Di lagu ini, Antartick yang dihuni formasi Joean Lasta (vokal), Anang (gitar) dan Helvi (bass) berkolaborasi dengan penyanyi kenamaan asal Malaysia, Noh Salleh. Kebetulan, Noh juga dikenal sebagai vokalis band rock bernama Hujan, yang salah satunya menjadi inspirasi musikal Antartick.

“Dil uar wacana kolaborasi, kami semua adalah pengagum Noh Salleh. Baik sebagai frontman bandnya, maupun sebagai solois,” ungkap pihak Antartick kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Ide kolaborasi kedua pihak sendiri muncul saat memulai proses rekaman. Terbersit gagasan agar lagu “Hujan” dinyanyikan bersama orang yang tepat. “Biar greget!”

Noh akhirnya menjadi incaran setelah Antartick berhasil menghubungi Hujan saat band rock tersebut manggung di Soundrenaline, Bali, tahun lalu. Selang beberapa lama, komunikasi dengan pihak Hujan bisa dilakukan melalui agentnya di Indonesia, Yuliadian. Sejak itu mereka mulai intens membahas tentang wacana kolaborasi. Dan setelah mendengar materi lagu “Hujan”, Noh langsung menyambut antusias. “Aku suka! Nanti record aku ke sana (Indonesia) aja bro!” Begitu seru Noh via aplikasi percakapan WhatsApp.

Lalu mulailah drama panjang untuk menyesuakan jadwal rekamannya. ‘Kerjasama dua negara’ tersebut membuat Antartick harus bersabar dalam menyelesaikan lagu “Hujan”, karena Noh ngotot ingin mengeksekusi vokalnya di Indonesia saja, dan hal itu membuat banyak waktu yang terlewatkan, sehingga baru bisa rampung pada November 2018 lalu.

“Tapi ini hasil yang sangat kami sukai. Noh orang yang luar biasa dan perfeksionis dalam berkarya. Buat kami, seperti banyak dapat ilmu baru saat proses pembuatan lagu ini. Belum lagi sosok Noh yang jahil dan humoris,” tutur Joean, semangat.

Proses kreatif penggarapan lagu “Hujan” terbilang cukup unik. Karena pada saat akan merekam, justru muncul ide baru yang sedikit berbeda dari aransemen yang dibikin saat workshop. Namun tetap pada benang merah yang sejak semula muncul di kepala para personel Antartick.

Setelah sempat terkendala penyocokan jadwal panggung Antartick dengan jadwal studio yang gampang-gampang susah, akhirnya “Hujan” bisa digarap di studio Fakehero, Bogor pada Januari 2018. Itu pun tidak langsung menyelesaikan satu lagu karena target awalnya adalah bikin album. “Setelah beberapa saat, kami melakukan evaluasi progres album kami. Setelah dipikir-pikir dan beberapa pertimbangan, terutama kesesuaian jadwal kami dengan studio, akhirnya lebih baik merampungkan satu lagu dulu untuk single,” ujar pihak band lagi lebih jauh.

Dan ternyata, masalah tidak berhenti sampai di situ saja. Selain menyesuaikan dengan jadwal Noh Salleh untuk mendatangkannya ke Indonesia, recording engineer yang kebetulan musisi aktif dari band Superiots (Bogor), juga memiliki jadwal yang super padat. Hal tersebut membuat penggarapan “Hujan” sempat terhenti untuk beberapa saat.

“Akhirnya pada November 2018, kami memutuskan ‘hijrah’ ke Harper Studio, Jakarta untuk melanjutkan proses rekaman, khususnya rekaman vokal Joe dan Noh. Itu pun memanfaatkan momen kedatangan Noh yang kebetulan manggung di Bandung dan Jakarta,” ungkap Anang.

Untuk peramuan konsep musik “Hujan” sendiri, pihak Antartick mengakui lebih mengandalkan spontanitas. “Kenapa spontanitas? Karena saat saya menulis lirik, saya sudah mendapatkan emosi yang kuat dari lirik lagu ini. Jadi ketika pertama kali memegang gitar untuk memainkan dan memadukan liriknya, notasi yang keluar langsung nge-blend. Itu yang jadi modal untuk proses rekaman. meskipun pada saat rekaman ada improvisasi sedikit,” cetus Anang lagi.

Oh ya, untuk memperkaya dan membangun nuansa lebih luas pada lagu “Hujan”, Antartick juga berkolaborasi dengan Rama Cristna, seorang pianis, gitaris dan produser The Gania.

Setelah perilisan “Hujan”, Antartick yang mulai terbentuk pada 2016 lalu ini bakal segera kembali ke komitmen awal, yakni untuk merilis album penuh. Progresnya kini sudah mencapai sekitar 75%, sisa melanjutkan sentuhan akhir. “Toh kalau pun nanti masih belum siap juga, kami sudah menyiapkan amunisi single (lain) yang ‘berhulu ledak’ lebih dahsyat, hahahaha. Tunggu saja,” seru Helvi meyakinkan.

Saat ini, single “Hujan” sudah tersedia di berbagai gerai digital seperti iTunes, Apple Music, Spotify, Deezer dan berbagai platform lainnya. (mdy/MK01)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY