Walau baru memasuki usia 11 bulan, namun sudah banyak gebrakan yang coba dihadirkan oleh unit grunge asal Tasikmalaya ini. Tentu saja yang dimaksud adalah gebrakan karya. Yang terbaru adalah peluncuran video klip dari lagu mereka yang bertajuk “One”. Lalu sekitar sebulan kemudian, Diaspora bakal meletupkan karya rekaman album mini (EP) debutnya yang bertajuk “Ambigous Journey”, yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun pertama band tersebut.

Para personelnya, yakni Hendry (vokal), Bobby (gitar), Idhan (bass) dan Wiky (dram) menghabiskan waktu selama sekitar dua setengah bulan saat menggarap produksi “Ambigous Journey”. Masing-masing terbagi dalam tahapan workshop selama sebulan, lalu sebulan berikutnya untuk rekaman dan dua minggu untuk proses mixing dan mastering.

“Selama proses kreatif kami agak sering merombak materi yang telah hampir beres, demi mndapatkan struktur musik yang apik,” seru Diaspora kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Saat menjalani prosesnya, Hendry bertanggung jawab terhadap penulisan lirik serta pembuatan komposisi lagu, sementara Bobby dan Wiky yang melakukan revisi di beberapa bagan lagu yang dirasa kurang apik atau kurang layak untuk direkam. Keseluruhan proses rekaman mereka garap di studio lokal di Kota Tasikmalaya, termasuk untuk proses mixing dan mastering.

“Pada saat rekaman kami menggunakan sistem direct demi mendapatkan sound gitar yang lebih natural, dan selama rekaman kami tidak banyak ribet menyeting sound, karena memang pengaturan sound kami bisa dibilang simpel,” urai pihak band lagi.

Untuk keseluruhan musik, Diaspora menerapkan formula yang sederhana, dimana mereka mengandalkan kebebasan isi hati untuk dituangkan menjadi musik, yang dipadukan dengan berbagai sumber referensi dari para pengibar grunge dan alternative rock seperti Nirvana, Soundgarden, Stone Temple Pilots, Queen of Stone Age hingga Manic Street Preacher.

Diaspora sendiri pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 2018, yang digagas oleh Bobby, yang lantas mengajak Hendry untuk meramaikan huru-hara aktifitas band-band indie di Tasikmalaya. Tak lama, Wiky dan Idhan kemudian bergabung untuk melengkapi formasi. Pada September 2018, Diaspora melahirkan single rekaman pertamanya, berjudul “Born Again”.

Oh ya, nama ‘Diaspora’ sendiri dicetuskan oleh Bobby yang berarti “perantau”, diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kenapa perantau?

“Karena setiap personelnya ‘merantau’ dari genre musiknya masing-masing, karena pada dasarnya setiap personel memiliki selera musik yang berbeda-beda. Contohnya Bobby, dia adalah penganut musik metal seperti The Faceless, Protest the Hero, Lamb of God dan lain-lain. Namun demi terbentuknya grunge di band ini, mereka harus rela ‘merantau’ dari selera musiknya masing-masing.”

Saat ini, video klip “One” sudah bisa ditonton di kanal YouTube, dan bakal segera menyusul streaming di berbagai gerai digital. EP “Ambigous Journey” sendiri akan diedarkan dalam format fisik (CD) dan digital. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY