Tak lama lagi, Killswitch Engage bakal merilis album terbarunya yang bertajuk “Atonement”, tepatnya pada 16 Agustus 2019 mendatang. Karya rekaman tersebut bakal diedarkan via label Metal Blade Records untuk wilayah Amerika Serikat dan Sony Music Entertainment untuk seluruh dunia. Sebagai lagu pembuka, unit metalcore senior asal Westfield, Massachusetts (AS) tersebut telah meluncurkan single “Unleashed”.

Namun yang menarik, untuk memanaskan proses menuju perilisan “Atonement”, Adam Dutkiewicz (gitar/vokal latar), Joel Stroetzel (gitar), Mike D’Antonio (bass), Justin Foley (dram) dan Jesse Leach (vokal) menghadirkan gimmick menarik, yakni dengan menggelar kontes untuk para gitaris. Aturan mainnya adalah, para gitaris di seluruh dunia ditantang untuk memainkan bagian chorus dari salah satu lagu baru mereka yang bertajuk “I Am Broken Too”. Tapi acuannya hanya dari secuil tablatur gitar, yang harus dimainkan oleh para peminat kontes tersebut dengan versi atau berdasarkan interpretasi masing-masing.

“Ambil gitar kalian, kamera dan unggah interpretasi kalian di YouTube sebelum kalian bisa mendengarkan bagaimana kami sendiri memainkannya, dan dapatkan kesempatan mendapatkan hadiah menarik,” tulis pihak band via akun Twitter resminya.

Detail lengkap mengenai kontes tersebut bisa dilihat di http://www.killswitchengage.com/#contest. Lagu aslinya sendiri bakal segera dirilis dalam waktu dekat. Saat tulisan ini disiarkan, beberapa peserta terlihat sudah mengunggah permainan gitarnya di YouTube.

Selain “Unleashed” dan “I Am Broken Too”, ada sembilan lagu baru lainnya yang termuat di “Atonement”. Di antaranya ada “The Signal Fire” yang menghadirkan geraman Howard Jones (mantan vokalis Killswitch Engage periode 2002 – 2012) serta “The Crownless King” dengan vokal tamu Chuck Billy (Testament).

Menurut Jesse Leach, eksekusi rekaman album “Atonement” ini sangat menantang, dan merupakan yang terberat dari seluruh album Killswitch Engage yang pernah melibatkannya.

“Proses yang jauh lebih berat dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Ampun! Banyaknya materi, lalu operasi pada pita suara saya, depresi, kegelisahan serta gangguan mental yang keseluruhan berkontribusi terhadap proses yang melelahkan ini.”

Sementara dari sudut musikal, Jesse menyebut Killswitch Engage telah melahirkan album yang paling diinginkan oleh penggemarnya. Sebuah konsep musik yang telah membuat Killswitch Engage dikenal luas selama ini. 

Killswitch Engage yang terbentuk pada 1999 silam meraih kesuksesan terbesarnya saat merilis album “The End of Heartache” (2004), saat masih diperkuat vokalis Howard Jones. Salah satu singlenya yang juga dijadikan judul album berhasil bertengger di daftar nominasi Grammy Award 2005 untuk kategori “Best Metal Performance”. Sejauh ini, angka penjualan keseluruhan album, yakni “Killswitch Engage” (2000), “Alive or Just Breathing” (2002), “The End of Heartache” (2004), “As Daylight Dies” (2006), “Killswitch Engage” (2009), “Disarm the Descent” dan “Incarnate” telah mencapai lebih dari empat juta keping di Amerika Serikat.

Pada 3 Mei 2015 silam, Killswitch Engage menggelar konser di Ancol, Jakarta, sebagai bagian dari gelaran Sonic Fair 2015, yang digagas oleh promoter Revision Live. (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY