Unit eksperimetal metal asal Kabupaten Garut ini akhirnya bisa menetaskan karya single debut untuk menasbihkan eksistensinya di kancah musik cadas Tanah Air. Sebuah komposisi garang bertajuk “Logis Canibalis” telah mereka luncurkan sebagai menu pemanasan sebelum merilis album mini (EP) pertamanya pada September 2019 mendatang.

Proses rekaman “Logis Canibalis” sendiri digarap Bohell (vokal), Els (gitar), Rigo (gitar), Ories (bass) dan Oot (dram) di Plusminus Music Studio selama kurang lebih lima bulan. Dan untuk peramuan keseluruhan konsep musiknya, Enemy Inside banyak menyerap paduan pengaruh dari Deadsquad dan Dream Theater.

Dan dari segi lirik, “Logis Canibalis” ditorehkan berdasarkan kesamaan proses berfikir para personelnya, dimana mereka melihat fenomena terkini mengenai betapa radikalnya perilaku manusia. “Nalar-nalar yang salah dari dampak brainwash segelintir orang atau kelompok demi kepentingannya saja. ‘Logis Canibalis’ adalah penyampaian keresahan kami serta bentuk perlawanan dari ideologi yang menurut kami tidak perlu,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menandaskan.

Enemy Inside mulai menggeliat pada Oktober 2017 lalu, yang dimulai oleh interaksi Rigo dan Oot. Keduanya sepakat untuk membuat band project, lalu mengajak Els, Citra (vokal) dan Chuvenk (bass) untuk melengkapi formasi. Namun Citra tidak bertahan lama, lalu mundur karena alasan kegiatan dan kesehatan yang tidak mendukung. Pada awal 2019, Wiv Rebel masuk menggantikan posisi Citra untuk beberapa saat, namun juga tak bertahan lama. Dalam tahap pencarian vokalis baru, Bohel lantas masuk mengisi kekosongan. Juga karena kesibukan, Chuvenk juga mengundurkan diri dan digantikan oleh Ories.

Sambil menyiapkan EP, dalam waktu dekat Enemy Inside akan merilis video klip “Logis Canibalis”, yang bakal ditayangkan di kanal YouTube serta berbagai ruang media sosial mereka. (aug/MK02)

.

 

10 COMMENTS

LEAVE A REPLY