Superglad bersatu kembali. Sebuah kabar yang langsung cetar membahana, yang tentunya disambut dengan sukacita oleh para pemujanya. Maklum, sejak awal 2017 lalu, unit punk rock ugal-ugalan asal Jakarta ini sempat didera ketidakpastian akan kelangsungan karirnya. Tepatnya dimulai seminggu setelah meluncurkan album “Terangkan Dunia”, ketika vokalis dan gitaris Superglad, Lukman Laksmana – atau kerap disapa Buluk atau Luks – mendadak menghilang seolah ditelan bumi. Walau sempat dipaksakan tetap menggelinding dengan bantuan beberapa vokalis tamu, akhirnya beberapa bulan kemudian diputuskan vakum.

Awal 2019 adalah titik balik yang menggembirakan. Luks muncul ke permukaan dan memberi kabar kepada Agus “Giox” Purnomo (bass), Frid Akbar (dram) dan Dadi Yudistira (gitar) bahwa ia telah siap untuk kembali. Tanpa memikirkan apa, kenapa dan mengapa Luks menghilang, semua sepakat untuk menggarap single baru dan membuka lembaran baru karir Superglad. “Dua tahun ke belakang, gue males main dram, tapi setelah denger kabar Luks mau balik, gue jadi semangat lagi,” seru Akbar sarat semangat.

“Kembali” adalah judul single terbaru Superglad, yang digarap dengan pendekatan yang lebih fresh dan ada sedikit warna melodic punk, namun tanpa meninggalkan sisi rock yang menjadi ciri khas Superglad.

“Prosesnya dimulai saat Luks mengabarkan kembali ke Superglad,” ungkap Superglad kepada MUSIKERAS, mengenai titik awal penggarapan single “Kembali”. Dimulai pada Maret 2019 dengan menentukan formula lagu, aransemen dan seterusnya. Gitar direkam di kantor Gritjam/Radix Guitar, karena kebetulan Luks saat itu sedang ada kerjaan di sana, sementara untuk rekaman instrumen lainnya dieksekusi di Doors Music Studio.

“Prosesnya cukup menarik karena di single ini Superglad melibatkan orang di luar personel, Ghani (manajer) yang menciptakan notasi, karena Luks (saat itu) kesulitan menentukan arah nada, disebabkan mood kreatifnya sedang tidak (kondusif) untuk menciptakan lagu yang riang. Dia (juga) sedang disibukkan dengan band stoner-nya Kausa. Namun lirik tetap kuasa sang frontman, Luks,” lanjut pihak band lagi.

Walau sempat terpisahkan dalam waktu yang cukup lama, namun para personel Superglad mengakui tidak menemui kesulitan untuk menyatukan ikatan rasa (chemistry) satu sama lain.

“Semua berjalan lancar, chemistry langsung terjalin kembali. Kesulitannya hanya menentukan waktu, karena jarak tempat tinggal yang lumayan jauh. Makanya single ini cukup lama prosesnya, mungkin tiga bulanan. Kali ini semua prosesnya by digital, setelah workshop sekali, aransemen kirim via email, sisanya ditentukan di grup (aplikasi) Whatsapp.”

Namun sayangnya, di tengah proses pengerjaan single “Kembali”, Dadi memutuskan untuk mengundurkan diri dari band. “Berat memang, tapi kami nggak bisa maksa, itu udah keputusan dia. Seneng campur sedih jadinya,” ujar Giox.

Tapi di sisi lain, Superglad yang telah menggeliat sejak 2003 silam merasa inilah era baru buat mereka. Walau bertiga, mereka yakin bisa terus berjalan dan saling menguatkan. Bahkan beberapa waktu ke depan, mereka telah merencanakan untuk menggelar showcase, yang jika tak ada kendala, bakal diwujudkan pada September mendatang.

“Jika semesta mengizinkan, kami (juga) ingin menggelar tur, entah akhir tahun atau awal tahun. Silaturahmi dengan para pendengar kami, juga akan melibatkan musisi daerah dimana tur tersebut akan digelar.”

Sejak 23 Agustus 2019 lalu, single “Kembali” sudah tersedia di berbagai layanan digital streaming. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY