‘Trauma’ mewakili suara rakyat, dimana para kucing pemerintahan yang hanya berjanji dan tidak melepas janji, sehingga rakyat kecil menjadi trauma. Kami mengeskpresikan real life, dimana semua orang merasakan akan ketidakadilan. Kenapa real life? Karena hardcore itu jalanan, nyata dan jelas!”

Itu penjelasan Sektor kepada MUSIKERAS, tentang EP (album mini) debutnya yang bertajuk “Trauma”. Unit hardcore asal Pekanbaru ini melampiaskan empat lagu plus satu komposisi intro di kemasan albumnya tersebut, yang masing-masing berjudul “Trauma”, “Menolak Bungkam”, “Bangkit” dan “We Are All the Same”.

Paulus (vokal), Baron Sobex (gitar) dan Ucok a.k.a Andre Silviano (dram) menggarap keseluruhan proses kreatif penggarapan “Trauma” selama kurang lebih setahun, yang dimulai sejak 2018 lalu. Mereka mengandalkan studio rekaman rumahan milik Ucok yang berlokasi di Pekanbaru. Dari sisi referensi musikal, para personel Sektor mengaku banyak berkiblat pada band-band internasional seperti Madball dan Hatebreed serta unit hardcore lokal, Taring.

Penggarapan EP ini diakui Sektor lumayan menantang. Terutama di lagu “We Are All the Same”. Karena untuk membuat materi yang matang tidak mudah. “Saat direkam membutuhkan waktu yang tidak cukup sebentar. Di saat sudah memasuki materi ini, sangat menantang, dengan alunan distorsi yang sangat membakar, dan alunan beatdown yang lumayan memacu adrenalin para pendengar. Tetapi untuk materi yang sangat menantang dibawakan di atas panggung adalah materi ‘Bangkit’, karena di materi ini punk dan beatdown menjadi satu, dengan alunan beatdown ‘gantung’ dan distorsi yang lumayan membuat pecinta musik hardcore sendiri menjadi terngiang,” urai pihak band panjang lebar.

Di skena Pekanbaru, Sektor bukanlah nama baru. Mereka telah malang-malintang di berbagai pentas sejak pertengahan 2012 silam. Khususnya di kubangan hardcore. Nama Sektor sendiri digagas oleh Baron, yang mengartikan luas dan megah. Formasi pertama Sektor dihuni Baron, Razali “Jali” (vokal), Wira (dram) dan Anggar (bass).

Pada pertengahan 2013, karir Sektor sempat mengambang karena terdera kesibukan masing-masing para personelnya. Dan bahkan beberapa memilih hengkang lantaran urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Akhirnya, Baron – ditemani Anggar yang masih bertahan – memutuskan merekrut musisi baru, dan masuklah Paulus dan Ucok untuk menggantikan personel sebelumnya. Pada fase ini, Sektor pun mulai menggarap materi demi materi dan menginjak berbagai gigs yang ada di dalam kota maupun luar kota. Tapi pada akhir 2016, Anggar mengundurkan diri, sehingga Sektor akhirnya memutuskan hanya memanfattkan jasa bassis additional hingga sekarang. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY