Downstroke, sebuah unit penggiat baru di kancah musik cadas Tanah Air tanpa basa-basi langsung menerjang dengan karya rekaman. Usia band metalcore asal Tangerang ini baru setahun. Tapi sejak bulan lalu, Downstroke telah melepas sebuah album mini (EP) debutnya bertajuk “Satan’s Breed”. Di dalamnya, terkandung tiga amunisi meledak-ledak berjudul “Atonement”, “Glossolalia” dan “309”, yang masing-masing meneriakkan tema lirik pendirian atau prinsip hidup, kepercayaan serta hidup yang terasa dipermainkan.

Awal mula proses pembuatan “Satan’s Breed” terpicu dari pertemuan tidak disengaja antara salah satu personelnya, yakni gitaris Naufal Perdana dengan Karis, gitaris Deadsquad dan ILP di acara Masterclass Nick Johnston, di daerah Pondok Indah. Dari situ, keduanya lantas berdiskusi mengenai Downstroke, karena ternyata memiliki influence yang sama dalam menulis materi musiknya. Singkat cerita, akhirnya Downstroke sepakat bekerja sama dengan Karis untuk memproduseri EP “Satan’s Breed”. Diskusi awal Downstroke dengan Karis tersebut lebih difokuskan pada materi serta teknis desain soundnya.

“Sempat dua kali revisi mengenai materi di awal meeting, karena ada beberapa part yang bisa dibuat lebih menonjol dan cadas. Setelah semua pihak setuju, akhirnya beberapa dari kami berkunjung ke rumah Karis, mendiskusikan beberapa perubahan dalam aransemen lagu, pembuatan schedule untuk rekaman, juga sembari membuat guide untuk rekaman. ‘Satan’s Breed’ sendiri direkam dalam waktu sekitar dua minggu dan menggunakan ERK Studio di daerah Karawaci, Tangerang,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Oleh para personel Downstroke – Naufal, Fiorel Fajri (dram), Nikolas Vito (gitar) dan Samuel Adhika (vokal) – alasan memilih Karis untuk memproduseri “Satan’s Breed” didasari pengalaman yang dimiliki gitaris tersebut, dari segi penguasaan materi musik dan teknik rekaman studio.

“Karis sangat berperan dalam teknik rekaman untuk sound design serta routing alat dan juga membantu aransemen beberapa part kami, dengan referensi yang telah kami diskusikan,” ujar Downstroke beralasan.

Referensi itu sendiri banyak berasal dari local heroes seperti Deadsquad, Burgerkill, Revenge the Fate serta dari level internasional macam As I Lay Dying dan Trivium.

“Untuk formula aransemen EP ini sendiri,  kami mengikutsertakan riff dari genre deathcore dan death metal, meskipun kami sendiri ber-genre metalcore. Dengan alasan, agar meskipun metalcore dikenal lebih easy listening, lagu ini tidak kalah keras dengan lagu lagu yang berasal dari subgenre metal lainnya.”

Saat ini, “Satan’s Breed” sudah dapat dinikmati via berbagai portal digital, di antaranya seperti Spotify, YouTube, iTunes, Apple Music dan Deezer. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY