Unit progressive rock paling diantisipasi kehadirannya tahun ini, TOOL akhirnya benar-benar bangkit dari tidur panjang. Sebuah penantian yang tidak sia-sia. Karena album terbarunya, “Fear Inoculum” yang dirilis 13 tahun setelah album “10,000 Days” langsung mendapatkan sambutan menggegerkan, dan bahkan berhasil menerobos peringkat puncak album terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200.

Tidak tanggung-tanggung, “Fear Inoculum” bahkan mampu mendepak album milik Ratu Pop masa kini, Taylor Swift yang bertajuk “Lover”, dimana minggu sebelumnya berada di puncak peringkat. Barometer perhitungan Billboard 200 sendiri didasari kombinasi penjualan konvensional album dengan perolehan angka streaming di berbagai gerai digital.

Keberhasilan TOOL ini dinilai luar biasa oleh berbagai pihak, karena “Fear Inoculum” sendiri diluncurkan tanpa bantuan promo konser, atau penawaran pesanan pra-rilis, kemasan khusus atau merchandise sekali pun. Sebuah gebrakan yang sangat sulit dilakukan oleh banyak musisi rekaman, mengingat metode-metode promo konvensional tak lagi relevan dengan kondisi industri modern saat ini.

Namun, TOOL berhasil membangkitkan kembali ritual lama, dimana orang-orang mau mengantri di toko musik untuk membeli album fisik. Selain karena memang sudah ditunggu sangat lama, rilisan fisik “Fear Inoculum” juga kembali menerapkan kemasan dan desain fisik yang luar biasa. Memuat layar mini beresolusi tinggi (high defenition) ukuran empat inci yang menayangkan video-video lepas dengan tenaga baterei yang bisa diisi ulang. Lalu ada pula pengeras suara (speaker) bertenaga 2-watt, buku booklet setebal 36 halaman serta sebuah kartu pengunduhan (download). Menurut Koalisi Toko-toko Musik Independen (CIMS) di AS, mereka belum pernah melihat toko-toko musik buka sampai tengah malam untuk melayani antrian pembelian album.

“Perilisan album TOOL ini adalah hal paling luar biasa yang terjadi di toko-toko musik setelah bertahun-tahun,” ungkap perwakilan CIMS lewat siaran persnya.

Selain di AS, album terbaru TOOL tersebut juga menempati peringkat terlaris di Australia, Norwegia, Selandia Baru dan Belgia, serta masuk lima besar di Inggris, Jerman, Belanda, Irlandia, Italia dan Finlandia.

Secara resmi, “Fear Inoculum” dirilis pada 30 August 2019 via RCA Records. Karya rekaman berdurasi 85 menit tersebut diproduseri para personel TOOL sendiri, dengan bantuan Joe Barresi untuk eksekusi teknis rekaman dan mixing. Joe sendiri bukan orang baru bagi TOOL, karena sebelumnya ia juga terlibat di penggarapan album fenomenal, “10,000 Days”.

Sejak terbentuk pada 1990, TOOL yang masih diperkuat formasi Adam Jones (gitar), Maynard James Keenan (vokal), Justin Chancellor (bass) dan Danny Carey (dram) baru merilis lima album studio, yakni “Undertow” (1993), “Ænima” (1996), “Lateralus” (2001), “10,000 Days” (2006) dan “Fear Inoculum” (2019). Dari kelima album tersebut, TOOL berhasil memperoleh penghargaan Grammy, yaitu kategori “Best Metal Performance” untuk lagu “Ænema” dan “Schism” serta kategori “Best Recording Package” untuk album “10,000 Days”. (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY