“Kami menawarkan nostalgia sekaligus penyegaran kepada pendengar yang mungkin merupakan penikmat musik blues, alternative dan rock n roll.”

Lagi, sebuah band rock yang lahir dari keragaman referensi musikal anak muda Bandung. Ungkapan di atas dituturkan oleh Karmahn kepada MUSIKERAS, saat ditanya apa yang mereka tawarkan kepada audiens penggemar musik-musik independen. Karmahn ini baru saja melepas album rekaman debut bertajuk “non-esse”, tepatnya diluncurkan pada 21 Agustus 2019 lalu. Album tersebut juga dirilis dalam format fisik (CD).

Lewat “non-esse”, Karmahn yang diperkuat trio Aul (vokal/gitar), Irsyad Ali (gitar) dan bauz (dram) mengumpulkan lagu yang menyajikan musik rock keras berbasis pada riff gitar, yang memadukan blues, rock n roll, dan stoner sehingga setiap lagu yang terdapat di dalam album tersebut memiliki nuansa yang berbeda-beda, namun masih berasal dari satu akar yaitu blues. Menurut pihak band, secara musikal, mereka banyak dipengaruhi oleh band-band alternative luar seperti Nine Inch Nails, Kyuss, Queens of the Stone Age, The Smashing Pumpkins dan A Perfect Circle.

“Dari segi lirik, kami menawarkan lirik ambigu yang mengajak pendengar untuk bermain persepsi setelah mendengar satu atau semua lagu dari ‘non-esse’, karena tidak ada arti spesifik dari setiap lagu yang terdapat di dalam ‘non-esse’.”

Perjalanan Karmahn menuju penggarapan “non-esse” dimulai pada 2017 lalu. Berawal dari sebuah proyek solo dari Aul yang isinya merupakan kumpulan cerita yang berasal dari buku, karya tulis, karya ilmiah atau pun cerita-cerita pendek yang telah dibaca olehnya. Lalu, terjadi pertemuan antara Aul dan Irsyad di Teargaslab, studio sendiri milik salah satu pionir Glosalia tersebut. Kemudian keduanya menghasilkan empat materi mentah yang saat itu belum memiliki judul, cikal bakal lagu “Rustic Vulgarity”, “Hanged Man”, “Howl” dan “Wolf in Wolf’s Clothing”.

Selang dua tahun kemudian terbentuklah proyek duo yang mampu menyelesaikan berbagai materi musiknya. Setelah sepakat untuk melakukan proyek bersama, Aul dan Irsyad lantas memperbaharui empat materi mentah tadi. Proses rekaman, editing dan penulisan materi terus berlangsung sampai 2018 dan membuahkan tiga materi baru tambahan. Setelah proses rekaman selesai, Aul dan Irsyad sepakat menggunakan nama Karmahn untuk proyek tersebut dan mencari personel tambahan untuk posisi dram. Pada awal 2019, Irsyad mengundang Bauz (Aftercoma/Glosalia/Navl/Class of The Moon) untuk melengkapi formasi Karmahn.

Oh ya, nama Karmahn sendiri diambil dari kata ‘karman’, yang dalam ajaran Jaina secara teknis memiliki arti bahwa semua tindakan di dunia yang memiliki unsur moral di dalamnya akan diikuti oleh konsekuensinya. Konsekuensi atau dampak ini dapat bersifat positif atau konsekuensi yang bersifat negatif, dimana suatu entitas fisik yang melakukan tindakan tersebut dapat menikmati dampak positif berupa perasaan senang atau dampak negatif yang dapat berupa rasa sakit atas tindakannya. Musik yang ditulis Karmahn secara garis besar membahas peristiwa-peristiwa sebab-akibat tersebut dengan dramatis dan menceritakannya dalam bentuk kisah fantasi.

Tentang judul “non-esse”, secara harfiah diartikan ‘menjadi’. Judul album tersebut dipilih karena Karmahn berasal dari ‘ketidakadaan’ yang ingin menjadi sebuah entitas yang nyata. Dan itu semua lantas direpresentasikan secara keseluruhan lewat “13th Apostle”, salah satu dari tujuh lagu yang termuat di “non-esse”.

“Terdapat penggabungan beberapa unsur musik di track tersebut, yang berasal dari latar belakang genre personel yang berbeda beda. Secara keseluruhan, ‘non-esse’ mengandung beberapa unsur genre musik seperti etnis, punk, stoner, industrial dan rock. Kami menggabungkan genre musik yang telah disebutkan tadi di dalam ‘13th Apostle’, sebagai sebuah rangkuman awal dan akhir dari ‘non-esse’, sekaligus sebagai pengantar kelahiran Karmahn ke dunia.”

Selain “13th Apostle”, album “non-esse” juga memuat komposisi “Hanged Man”, “Wolf in Wolf’s Clothing”, “Howl”, “5”, “Rustic Vulgarity” dan “The Rights to Left”, dengan lirik yang menceritakan seputar kisah kenabian, teologi, kisah motivasi, kisah sedih serta kisah- kisah lampau lainnya. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY