Setelah sebelumnya mengobarkan genre yang mereka sebut dengan istilah ‘whatevercore’, kini unit cadas asal Yogyakarta, Jawa Tengah, Rage of Caliban (ROC) meluncurkan single baru bertajuk “Patriot” yang ‘disimpelkan’ ke formula metalcore. Dan sejak 19 September 2019 lalu, “Patriot” juga telah dilepas dalam kemasan video klip untuk kebutuhan promo di kanal YouTube serta berbagai saluran media sosial.

Di eksekusi rekaman single tersebut, ROC yang dihuni formasi Bintang (vokal), Harlen (gitar), Dill (gitar), Daniel (bass) dan Koko (dram) dibantu oleh Faisal, vokalis dari Eternal Desolator, band deathcore Purwokerto.

“Adanya vokal tamu di lagu ini karena vokalis kami (Bintang) sangat menyukai teknik vokal dari Faisal. Akhirnya kami pun menambahkan pattern yang sepertinya bisa dibilang deathcore ke lagu ‘Patriot’,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS mengungkapkan.

Dibanding lagu “Loneliness” yang dirilis ROC pada November 2018 lalu, “Patriot” terbilang lebih kompleks aransemennya. “Karena jika sudah mendengarkan kedua lagu tersebut, bisa terdengar riff gitar-nya lebih bervariasi di lagu ‘Patriot’. Di bagian ending lagu ‘Patriot’, ada surprise yang sengaja dibuat untuk teman-teman yang menggemari ‘keklimaks-an’ di sebuah lagu.”

Lagu “Patriot” sendiri tadinya adalah karya rekan mereka dari Purwokerto, Kornelius Steven (Acong), gitaris Eternal Desolator. Ia menulisnya sejak 2018 lalu. Oleh ROC lantas dimodifikasi menjadi komposisi seperti yang bisa didengarkan sekarang. Rekaman untuk vokal dan dram dilakukan di Army Kids Records, dengan bantuan teknis dari Mas Bangkit – begitu personel ROC menyebutnya – personel band Swastika. Sementara untuk mixing dan mastering, ROC mempercayakannya pada Aji dari Medusa Record, yang juga merupakan personel dari Eternal Desolator.

Setelah “Patriot”, ROC ingin segera memfokuskan perhatian pada penggarapan album mini (EP), yang tentu saja mau tidak mau digarap di sela kesibukan para personel. Mereka menargetkan bakal membuat empat atau lima lagu, dan sekarang sudah terkumpul dua lagu.

ROC yang terbentuk pada Juli 2015 lalu, awalnya dihuni oleh vokalis Bintang – yang ingin membuat proyek band serius yang tidak ‘sekali perform bubar’ – yang lantas mengajak Yodhi (dram), Daniel (bass), Ales (kibord), Lewe (gitar) dan Deddy (gitar). Saat itu, mereka mengedepankan formula musik whatevercore, istilah yang digunakan untuk mengakomodasi berbagai genre favorit para personelnya. Namun setelah menghasilkan lagu “Hercules” dan “Bullshit Mouthshit”, mulai terjadi bongkar pasang personel. Ales, Lewe, Deddy dan Yodhi mengundurkan diri dan masuk personel baru, Dill dan Koko dari band After the March. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY