Walau ditinggalkan dua personelnya, Fakepublic tak mau tinggal diam. Kedua motor penggeraknya, yakni Chimer (vokal/gitar) dan Nicholas Michael (dram) terus mengobarkan semangat berkarya. Dan pada 19 September 2019 lalu, mereka telah meluncurkan single baru bertajuk “Terkadang Bosan” via berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes dan Joox.

Kali ini, Chimer dan Michael mengajak dua musisi dari dua band yang berbeda untuk mengeksekusi rekaman musiknya. Mereka adalah Galihbabi dari Brigade07 (Malang) untuk mengisi vokal dan Roy dari unit metal Beside, Bandung.

Lirik “Terkadang Bosan” sendiri menceritakan tentang kebosanan dalam rutinitasi yang berulang-ulang. Di saat titik puncak kebosanan yang berulang-ulang tersebut, melebur dengan adanya teman yang dapat meremuk-rendamkan amarah terhadap kebosanan.

Pengolahan nada lirik lirik, menurut Chimer, bisa dibilang berlangsung sangat cepat. Hanya diperlukan waktu kurang lebih sepekan lamanya. Namun untuk finalisasi lagu yang direkam di XPAX Record tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama. Tepatnya sejak April 2018.

“Revisi, rekam ulang, dan lain-lain membuat proses pembuatan lagu ini menghabiskan waktu satu tahun lebih. Mengingat juga dari awal materi-materi lagu untuk album terbaru kami yang akan datang ini, berkonsep featuring. Sehingga kami harus mengajak dan menawarkan ke beberapa musisi untuk mengisi dan membantu pembuatan lagu ‘Terkadang Bosan’ ini,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Dibanding single Fakepublic sebelumnya, yakni “Teman atau Tikus”, sumber referensi musikalnya saat meramu aransememnya juga datang dari berbagai sumber. Pasalnya, mereka menghindari karakter yang sama seperti band-band lainnya. “Ketika album kami nanti sudah final dan dirilis, akan terdengar sangat berbeda karakternya dari lagu per lagu.”

Setelah perilisan “Terkadang Bosan”, Fakepublic merencanankan akan merilis single setiap bulan, yang nantinya bakal berujung pada perilisan album penuh. Sejauh ini, proses pembuatan keseluruhan album terbaru Fakepublic sudah hampir mencapai 80%.

FakePublic terbentuk di Jakarta psada 2015 silam, sebuah proyek iseng dari mantan personel band ber-genre punk rock, Chimer dan Dery (vokal/bass). Awal mulanya FakePublic sempat menggunakan nama “2359”. Setahun kemudian, Chimer dan Dery meminta bantuan Ilham dan Michael untuk mengisi lead gitar dan dram. Dan pada tahun yang sama, 2359 masuk dapur rekaman dengan mengandalkan materi-materi tentang kehidupan. Hasilnya, sebuah album bertajuk “Titik Terang” dirilis pada awal 2017. Sayang, pada awal 2018, 2359 mengalami krisis personel saat Dery memutuskan untuk hengkang, dan disusul pula oleh Ilham. Pada Januari 2019, dua personel baru, yakni Gana dan Ringga sempat bergabung, yang sekaligus dijadikan momentum untuk mengubah nama 2359 menjadi FakePublic. (aug/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY