Salah satu pengibar punk dari Jakarta, Camestay belum lama ini telah merilis album penuh debutnya, yang bertajuk “Remember The Way”. Di karya rekaman ini, berbagai latar belakang genre para personelnya seperti grunge, alternative, ska, rock hingga metal dilebur menjadi satu kesatuan, dalam kemasan ber-attitude punk.

“Dari keselurhan lagu di album ‘Remember The Way’ itu masing-masing personel mencoba mengeluarkan segi kreatifitasnya, seperti halnya dari beberapa jenis musik. Namun secara garis besar, kami tetap memadukan jenis jenis musik lain tersebut dan menjadikan musik ke roots kami yaitu punk,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Camestay yang kini dihuni Isya Jajo (gitar/vokal), Rian Dut (dram) dan Ipan (bass/vokal latar) menyebut band-band luar dan lokal seperti Rancid, Social Distortion, Bad Religion, The Offspring, Nirvana, Real Big Fish, Slipknot hingga Superman Is Dead, Marjinal dan Tipe-X sebagai sumber referensi musikal yang banyak mereka gali.

Salah satu sisi yang ingin ditonjolkan Camestay dalam penggarapan delapan lagu di album “Remember The Way” adalah penerapan lirik dan nada musik yang mudah dingat. Itu yang menjadi pembeda dibanding lagu-lagu milik band punk umumnya. “Di beberapa lagu, kami ada yang bisa untuk sing a long, dan juga banyak menceritakan tentang kehidupan dimana kita hidup harus tolong menolong, berjuang, dan sebuah impian,” cetus Camestay meyakinkan.

Contohnya di lagu “Kuingin Pulang” yang dijadikan single unggulan pertama. Camestay bahkan berani memasukkan unsur pop atau melayu dan lantas mengembangkannya lewat penerapan instrumentasi yang kental akan distorsi. “Tetapi tetap bisa dinikmati di kalangan luas,” tandas mereka lagi.

Sebelum “Remember The Way”, Camestay yang terbentuk sejak 20 Agustus tahun 2013 sudah merilis EP tahun lalu, yang memuat tiga lagu berjudul “This Is Punk Rocker”, “Kawan Seperjuangan” dan “Bermimpilah”. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY