“Musik progressive memang rumit. Mulai dari lagunya rumit sampai kelakuan orangnya pun rumit. Tapi mereka orang-orang yang sangat skillful. Sayang jika tidak ditampilkan.”

Itu pernyataan dari Kadri Mohamad, penggagas Konser Musik Gagah yang berlangsung di Titan Center, Bintaro, semalam (26/10), mewakili seluruh musisi yang terlibat, yang merupakan bagian dari Komunitas Musisi Progressive Indonesia Maharddhika.

Ya, kerumitan itu memang sangat mewarnai penyelenggaraan konser yang didominasi lagu-lagu progresif dan nuansa art rock tersebut. Hampir setiap lagu terjadi pergantian musisi pengiring dan penyanyi utama. Bisa dibayangkan kerepotan teknis yang terjadi di panggung. Instrumen yang mendadak mati atau suara-suara yang ‘tak diundang’ pun kerap berseliweran. Ditambah lagi tidak terlihat ada kru khusus yang menangani hal tersebut.

Setiap musisi diharuskan cepat tanggap menyiapkan diri masing-masing, dalam hitungan waktu yang sangat mepet. Maklum, yang namanya musik progresif – selain rumit – durasi per lagu sangat variatif dan cenderung berlama-lama. Sehingga setiap detik sangat berharga untuk dimaksimalkan agar durasi konser tidak melewati batas yang telah ditentukan, mengingat penyanyi dan musisi yang dilibatkan di konser ini lumayan banyak.

Selain nama-nama seperti Keenan Nasution, Benny Soebardja, Fariz RM, Andy /riff, Ecky Lamoh, Yaya Moektio, Bangkit Sanjaya, Arry Syaff, Kadri Mohamad hingga Eric Martoyo, juga bertabur musisi jempolan yang dicomot dari berbagai band progresif terbaik Tanah Air saat ini seperti Imanissimo, Vantasma, KadriJimmo, Discus, Van Java, Montecristo hingga The Miracles. Jumlah keseluruhan 27 orang!

Tapi hebat. Pada akhirnya, semua bisa berjalan dengan lancar hingga lagu terakhir. Penonton bertahan selama tiga jam durasi pertunjukan. Kerumitan di panggung terkalahkan oleh pesona performa para penampil yang luar biasa. Dan selain itu, lagu-lagu yang digemakan malam itu sebagian besar memang menjadi ajang nostalgia bagi penonton.

Misalnya Keenan Nasution dan Fariz RM. Kedua legenda tersebut antara lain membawakan lagu “Dirimu” dan “Palestina/Manusia Kera” yang pernah termuat di album Gank Pegangsaan “Palestina” rilisan 1991 silam, dimana keduanya terlibat. Tetap memukau, walau masing-masing sudah tak bisa dibilang muda lagi. Bahkan di lagu “Manusia Kera” dan “Armagedon” (WOW), Fariz ‘nekat’ ikut menggebuk dram, berduet dengan Iyoen Hayunaji (Discus), dan membiarkan lini vokal diteruskan oleh Arry Syaff (Cockpit/Cynomadeus).

Tak kalah menarik, penampilan pentolan Sharkmove dan Giant Step, Benny Soebardja. Salah satu pionir gerakan musik progresif di Indonesia tersebut menerbangkan kenangan penonton ke era akhir ‘70an, saat ia mengumandangkan “Apatis”, salah satu lagu yang termuat di album kompilasi “Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors Rasisonia” serta “Persada Tercinta” (Giant Step).

Highlight konser semalam juga menandai kehadiran kembali Ecky Lamoh, mantan vokalis grup rock Edane formasi awal. Dengan gaya urakan, Ecky menjadi pemanas suasana saat melantangkan tiga lagu sekaligus, yakni “Musisi” dan “Balada Sejuta Wajah” (God Bless) serta “The Beast” (Edane). Terlepas dari ‘drama’ yang terjadi di balik persiapan Konser Musik Gagah dengan segala kerumitan pengaturan jadwal dan mangkirnya Ecky dari prosesi latihan, penampilannya malam itu lumayan mencuatkan greget konser lewat lengkingan vokalnya yang ternyata masih berbahaya.

Sampai hari ini, pertunjukan musik berlabel ‘progresif’ memang masih menjadi suguhan dengan audiens yang sangat terbatas. Dan bahkan menjelang hari konser, pihak penyelenggara terpaksa memberlakukan potongan (discount) harga tiket, demi kesuksesan Konser Musik Gagah. Seperti yang ditegaskan Kadri lewat akun Facebook pribadinya: “Diskon ini diberikan untuk suksesnya konser progressive rock yang sudah jarang sekali ada.”

Ya, semoga dengan terselenggaranya Konser Musik Gagah, skena musik rock progresif bisa kembali bergairah dan menjadi tontonan alternatif yang mengusik minat banyak kalangan. (mdy/MK01)

Ket. Foto: Kadri Mohamad dan Ecky Lamoh (Foto: Azhan Miraza)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY